Cerita Mila yang Gembira setelah Mendapat Bantuan Sepeda untuk Sekolah

Harian Jogja/Desi SuryantoSejumlah pelajar melintas di atas jembatan Juminahan, Jogja dengan menggunakan sepeda seperti terlihat pada Rabu (18 - 12). Risiko kecelakaan akibat penggunaan sepeda sebagai alat transportasi bagi pelajar sangatlah kecil dibandingkan sepeda motor, dengan bersepeda juga menanamkan perilaku tertib hukum di kalangan pelajar yang belum cukup umur untuk memiliki SIM.
12 Januari 2015 03:20 WIB Rima Sekarani Sleman Share :

Cerita Milatun Sholikhah membuat terharu. Gadis 16 tahun ini gembira setelah mendapat bantuan sepeda untuk membantu transportasi ke sekolah

Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Nakersos) Kabupaten Sleman menyerahkan 90 sepeda kepada peserta program pengurangan pekerja anak (PPA) yang mendukung program keluarga harapan (PKH), Jumat (9/1/2015).

Milatun Sholikhah sambil tersenyum menceritakan pengalamannya. “Awalnya saya tidak berniat melanjutkan sekolah karena orang tua tidak punya biaya. Setelah mendapat pengarahan dan dukungan dari pendamping di program PPA-PKH 2014, saya sekarang sekolah lagi,” kata gadis 16 tahun yang akrab disapa Mila tersebut, Jumat (9/1/2015).

Mila mengaku banyak pelajaran yang dia petik bersama selama mengikuti program PPA-PKH 2014 pada pertengahan tahun lalu.

“Semoga program ini terus ada agar teman-teman yang nasibnya seperti saja juga bisa dapat bantuan. Terima kasih juga untuk sepedanya. Sekarang saya bisa naik sepeda ke sekolah,” ujarnya.

Setelah lulus SMP tahun 2013, Mila memang tidak langsung lanjut ke jenjang berikutnya. Hambatan perekonomian keluarga lalu membuat dia memilih menjadi pelayan toko di dekat rumahnya.

“Saya juga kan enggak paham soal beasiswa,” ucap Mila.

Warga Dusun Gerjen, Desa Margomulyo, Seyegan, Sleman itu mengaku sudah berhenti menjadi pelayan toko dan fokus menuntut ilmu di SMK Maarif 1 Sleman. “Kalau jalan kaki dari rumah ya 30 menit. Kalau naik sepeda mungkin 15 menit sampai,” kata Mila.

Kepala Dinas Nakersos Sleman, Untoro Budiharjo mengatakan, 90 orang peserta program PPA-PKH 2014 telah memutuskan kembali ke sekolah formal maupun informal sesuai keinginan masing-masing.

Sebanyak 17 orang melanjutkan SMA/SMK, 11 orang Paket A,50 orang Paket B, 3 orang Paket C, dan 9 orang Paket C Kejuruan. “Kami berikan bantuan sarana transportasi menuju sekolah. Semoga bermanfaat,” ungkap Untoro.