Pameran Karya Siswa Warnai Pembagian Rapor di SMP Stella Duce 2 Jogja
Pameran karya siswa SMP Stella Duce 2 Jogja mewarnai pembagian rapor, menjadi ruang apresiasi bakat, kreativitas, dan pendidikan karakter.
Talud yang ambruk di Tegalrejo, Kota Jogja, saat debit air Sungai Buntung meningkat pada Sabtu (17/1/2026). - ist/Instagram
Harianjogja.com, JOGJA—Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO) memperkirakan talud yang ambruk di Tegalrejo terjadi karena keberadaan bangunan yang berdiri terlalu dekat dengan pinggiran Sungai Winongo. BBWSO mendorong Pemerintah Kota Jogja melakukan penertiban bangunan di sepadan sungai untuk mencegah risiko serupa.
Ambruknya Balai Pertemuan RT 57/RW 13, Bangunrejo, Tegalrejo, terjadi setelah talud di sisi bangunan rusak saat debit air Sungai Buntung meningkat pada Sabtu (17/1/2026). Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan BBWSO, Vicky Aryanti, menilai bangunan yang berada di sepadan sungai memberatkan talud sehingga mudah ambruk saat debit meningkat.
“Saat banjir kemarin, bangunan di sepadan sungai memberatkan dan akhirnya jatuh. Analisis kami, penyebab utama talud ambruk ini karena posisi bangunan sudah rawan, terdapat gerowong-gerowong, sehingga talud bergeser semua,” ujar Vicky, Senin (19/1/2026). Ia menegaskan bangunan Balai RT 57 tidak sesuai tata ruang, karena di sepadan sungai dilarang mendirikan bangunan, walaupun diperkuat.
BBWSO berharap penataan bangunan dilakukan bekerja sama dengan Pemkot Jogja, termasuk memundurkan bangunan tiga meter dari pinggir sungai agar lebih aman. Dalam waktu dekat, BBWSO akan melakukan perbaikan talud. Dua minggu ke depan, alat berat akan diturunkan untuk membersihkan material sisa talud yang ambruk dan memasang bronjong sebagai penanganan awal. Pembangunan talud baru akan memiliki dimensi sama dengan yang lama, namun dengan penguatan struktur untuk mengantisipasi kejadian serupa. Biaya dan proses sepenuhnya ditanggung BBWSO, meski alokasi anggaran belum ditentukan.
Sementara itu, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DPUPKP Kota Jogja, Hasri Nilam Baswari, menambahkan kerusakan talud diperparah tumpukan sampah di sungai, yang membelokkan aliran dan mengancam fondasi. Akses jalan terbatas menjadi kendala pengerukan sampah, sehingga tindakan dilakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup. Pihaknya akan melakukan perbaikan talud dan jembatan bersama BBWSO, jembatan tersebut menghubungkan Bumijo dan Bangunrejo.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menegaskan pemerintah telah menganggarkan perbaikan talud dan jembatan tahun ini, termasuk penguatan talud di Tegalrejo. Dengan talud yang ambruk, perbaikan akan dilakukan segera dan bekerja sama dengan BBWSO agar pembangunannya lebih besar dan kokoh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pameran karya siswa SMP Stella Duce 2 Jogja mewarnai pembagian rapor, menjadi ruang apresiasi bakat, kreativitas, dan pendidikan karakter.
Program RTLH Kulonprogo 2026 memasuki tahap pembangunan. Sebanyak 180 rumah dibangun, progres fisik mencapai 25 persen tanpa terdampak efisiensi anggaran.
Libur sekolah 2026 diprediksi mendongkrak wisata Karanganyar. The Lawu Group perketat keamanan, hadirkan promo, dan optimistis kunjungan meningkat.
Investigasi mengungkap dugaan hacker Rusia berada di balik peretasan Jaguar Land Rover yang menyebabkan kerugian ekonomi hingga miliaran dolar.
Prabowo Subianto mengungkap pertanyaannya kepada profesor tentang gandum, sawit, dan industri mobil Indonesia dalam Sarasehan Kebangsaan.
Eks pekerja RSU Griya Mahardhika Jogja menuntut pembayaran gaji empat bulan dalam aksi damai di Bantul. Mediasi ketiga dijadwalkan 1 Juli 2026.