Keracunan MBG Meluas, 170 Pelajar Jombang-Nganjuk Terdampak
Sebanyak 170 pelajar di Jombang dan Nganjuk diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Penyebabnya masih diselidiki.
Seorang peternak menyemprot disinfektan di kandang burung puyuh yang terserang virus Avian Influenza di Dusun Sedan, Desa Sidorejo, Lendah, Jumat (9/1/2015). (JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S)
Unggas mati mendadak di Lendah diduga disebabkan virus H5N1 atau flu burung jenis baru.
Harianjogja.com, KULONPROGO - Virus H5N1 yang menyerang unggas di Dusun Sedan, Desa Sidorejo, Kecamatan Lendah diduga merupakan jenis virus baru. Balai Besar Veteriner (BBVet) akan lakukan uji lab dengan PCR.
"Jika dilihat dari penyebab awalnya, unggas air yakni entok juga mengalami kematian mendadak. Kalau pada H5N1 klep 21, entok tidak akan kena," ujar Patologis Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates DIY Waluyo Budi Priyono kepada wartawan, Senin (12/1/2015).
Waluyo mengungkapkan virus flu burung pada jenis yang umum, yakni klep 21 biasanya tidak menyerang unggas air seperti bebek, itik dan entok. Namun, kejadian awal flu burung pada unggas mati mendadak kali ini justru lebih dulu menyerang ayam dan entok milik beberapa warga. Akibatnya, dalam waktu sekejap virus langsung menyerang unggas kecil seperti burung puyuh yang sangat rentan terhadap penyakit.
"Makanya, kalau sampai entok saja mati, saya curiga virus yang menyerang kemungkinan jenis klep 23. Tapi itu membutuhkan penelitian lebih lanjut," ungkap Waluyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 170 pelajar di Jombang dan Nganjuk diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Penyebabnya masih diselidiki.
BMKG menegaskan tangkapan layar akun @infobmkg yang beredar di media sosial merupakan hasil rekayasa dan memicu kesalahpahaman.
Harga masker tertekan setelah erupsi Anak Krakatau. Stok ritel menipis, tetapi kapasitas produksi dalam negeri masih sangat longgar.
Penumpang KA Bandara YIA PSO mencapai 1,23 juta orang hingga Agustus 2026, naik 2,97% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Tim SAR masih mendalami temuan pelampung di wilayah Gunung Anak Krakatau yang diduga berkaitan dengan lima jurnalis hilang kontak.
UMKM Bantul, Injapan Corporation, telah delapan kali mengirim cabai beku ke Jepang dengan akumulasi transaksi mendekati Rp1 miliar.