PERAMPOKAN SLEMAN : Rumah Ketua PN Sleman Dibobol

Petugas Tim Identifikasi Polres Sleman melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di luar kediaman Ketua PN Sleman Dedeh Suryanti yang terletak di perumahan elit Paradise, blok M-10, Jatirejo RT 08 RW 22, Sendangadi, Mlati, Sleman dibobol maling pada Kamis (22/1/2015). (JIBI/Harian Jogja - Sunartono)
23 Januari 2015 13:40 WIB Sunartono Sleman Share :

Perampokan Sleman, rumah Ketua PN Sleman dibobol maling pada Kamis (22/1/2015) dini hari.

Harianjogja.com, SLEMAN - Kediaman Ketua Pengadilan Negeri Sleman Dedeh Suryanti yang terletak di perumahan elit Paradise, blok M-10, Jatirejo RT 08 RW 22, Sendangadi, Mlati, Sleman dibobol maling pada Kamis (22/1/2015) dini hari. Pelaku menggasak sejumlah barang berharga di rumah korban. Pihak kepolisian masih melakukan pendataan terhadap barang yang hilang.

Peristiwa pembobolan tempat tinggal Ketua PN Sleman yang terletak di perumahan elit itu memang di luar dugaan. Karena untuk dapat masuk ke perumahan sekelas Paradise memang tidak mudah. Setiap tamu diminta menyerahkan kartu identitas kepada pihak keamanan di pintu masuk. Selain itu perumahan yang dikeliling pagar dengan tinggi sekitar empat meter itu hanya ada dua pintu. Yaitu pintu utama di bagian depan dan pintu belakang yang hanya dapat dilewati pejalan kaki.

"Jarang ada yang masuk, seperti petugas kompor [sales] masuk juga tidak boleh masuk kecuali kalau sudah janjian. Pintu masuk ada dua depan dan belakang," ungkap Harjoko, salahsatu sekuriti di perumahan itu saat ditemui Kamis (22/1/2015) siang.

Ia menambahkan peristiwa pembobolan di rumah Dedeh dugaannya terjadi pada malam hari. Saat itu dirinya tidak berjaga dan baru mengetahui peristiwa itu saat masuk pagi menggantikan jaga rekan kerjanya. Saat pembobolan terjadi, rumah Ketua PN Sleman itu tengah dihuni anaknya. Karena pemilik rumah dalam hal ini Dedeh Suryanti dan suaminya yang diketahui merupakan Ketua PN Magelang tengah menunaikan ibadah Umroh di Arab Saudi.

"Ibu Dedeh sudah sepekan pergi, saat kejadian ada tiga orang di rumah tapi di lantai dua. Kalau kejadian [pencurian] di lantai satu. Lapor ke pos [Satpam] jam setengah tujuh pagi." ungkapnya.