Advertisement
REBRANDING JOGJA : Awal Maret Dirilis
Advertisement
Rebranding Jogja diharapkan dapat menggambarkan kehidupan masyarakat DIY.
Harianjogja.com, JOGJA-Awal Maret 2015, logo branding Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dirilis.
Advertisement
Logo yang baru ini, akan menggunakan slogan 'Jogja Istimewa'. Dan menggantikan logo serta branding DIY lama, yang telah digunakan selama 13 tahun lalu, yaitu 'Jogja Never Ending Asia'. Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan pihaknya setuju dengan merek dan slogan yang baru. Pasalnya, menurutnya, brand dan slogan yang baru ini merupakan kesepakatan publik.
"Ini produk hasil lokal, kesepakatan dan telah dibahas bersama dengan para seniman dan anak muda juga beberapa waktu yang lalu," ujar gubernur, Sabtu (31/1/2015).
Ia berharap, logo dan brand 'Jogja Istimewa' tadi tidak sekadar menjadi nama dan slogan. Namun dapat diaplikasikan dengan optimal dan dapat diisi nilai-nilai. Bahwa Jogja Istimewa bisa dimaknai upaya menjadikan Jogja serba baik, serba elok, serba maju.
Beberapa waktu lalu, penentuan logo dan slogan branding Jogja yang baru ini dilakukan melalui sayembara. Melibatkan Hermawan Kertajaya dari MarkPlus, Inc sebagai tenaga ahli. Hasil yang berhasil diperkenalkan ke khalayak umum, sempat mendapat cibiran dan kritik dari beragam pihak. Kemudian, Pemerintah Daerah DIY menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama sejumlah seniman, anak muda, kalangan kreatif, serta mendapat masukan dari sejumlah warga umum. Baik dalam DIY, hingga luar DIY.
Sebelumnya, Pemda DIY berharap desain logo dan rebranding ditarget selesai pada Desember 2014, karena dilakukan sesuai perhitungan target tahun anggaran berjalan. Akibat banyaknya pertimbangan dan masukan tadi, pada 5 Februari 2015 branding baru ini akan dikenalkan ke kepala daerah kabupaten/kota, masyarakat dapat memahami perubahan tersebut pada Maret 2015.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
Advertisement
Advertisement




