Advertisement

KASUS LEPTOSPIROSIS BANTUL : Lagi, 1 Orang Meninggal

Bhekti Suryani
Selasa, 17 Februari 2015 - 21:40 WIB
Mediani Dyah Natalia
KASUS LEPTOSPIROSIS BANTUL : Lagi, 1 Orang Meninggal

Advertisement

Kasus leptospirosis Bantul memakan korban satu jiwa.

Harianjogja.com, BANTUL- Lagi, pasien terduga leptospirosis di Bantul meninggal dunia. Sebelumnya seorang warga Kecamatan Sewon Bantul juga diduga tewas akibat penyakit yang disebabkan kencing tikus tersebut.

Advertisement

Kejadian kedua dialami warga Kecamatan Srandakan, Bantul. Ia meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul pada Minggu (15/2/2015). Kepala Bidang Pelayanan RSUD Penembahan Senopati Bantul Attobari mengatakan korban datang ke RS sudah dalam kondisi shock septik, yaitu shock yang disebabkan infeksi yang telah menyebar luas.

"Tapi saya belum cek detil kapan tepatnya pasien mulai dirawat yang jelasnya meninggalnya Minggu [15/2/2015]," terang Attobari, Senin (16/2/2015).

Menurut Attobari pasien diduga meninggal karena leptospirosis karena melihat ada kemiripan gejala denga penyakit yang disebabkan bakteri leptospira pada kencing tikus tersebut.

Untuk menegakan diagnosis, rumah sakit dapat melakukan audit terhadap gejala dan penyebab kematian korban.

"Kami belum koordinasi dengan dokter terkait apakah perlu dilakukan audit atau tidak," lanjutnya.

Menurut Attobari, ini merupakan kali pertama di 2015, RSUD menangani pasien yang meninggal dunia dengan dugaan leptospirosis. Sebelumnya, pasien leptospirosis asal Imogiri juga pernah dirawat di RSUD namun tidak sampai meninggal dunia.

Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Pramudi menyatakan, tim dari lembaganya akan melakukan audit untuk menegakan diagnosa atas kematian warga Srandakan tersebut.

Menurut Pramudi, leptospirosis kini menjadi penyakit yang mengancam saat musim hujan seperti sekarang selain demam berdarah. Sejumlah wilayah yaitu Kecamatan Sedayu dan Jetis merupakan daerah endemik leptospirosis.

"Yang endemik biasanya daerah yang dekat dengan aliran sungai," jelasnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul mencatat, sepanjang Januari hingga Februari ini terdapat delapan kejadian leptospirosis. Selain warga Srandakan, seorang warga Sewon Bantul sebelumnya diduga meninggal dunia akibat penyakit ini.

Tahun lalu, sepanjang Januari hingga November tercatat 74 kasus leptospirosis dengan enam kematian. Kasus kematian akibat leptospirosis juga ditemukan pada 2012 sebanyak satu korban jiwa dari total 48 kejadian. Sedangkan pada 2013 tercatat sebanyak 74 kejadian dengan kematian nihil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi

Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi

News
| Sabtu, 04 April 2026, 23:47 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement