Advertisement
KASUS LEPTOSPIROSIS BANTUL : Lagi, 1 Orang Meninggal
Advertisement
Kasus leptospirosis Bantul memakan korban satu jiwa.
Harianjogja.com, BANTUL- Lagi, pasien terduga leptospirosis di Bantul meninggal dunia. Sebelumnya seorang warga Kecamatan Sewon Bantul juga diduga tewas akibat penyakit yang disebabkan kencing tikus tersebut.
Advertisement
Kejadian kedua dialami warga Kecamatan Srandakan, Bantul. Ia meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul pada Minggu (15/2/2015). Kepala Bidang Pelayanan RSUD Penembahan Senopati Bantul Attobari mengatakan korban datang ke RS sudah dalam kondisi shock septik, yaitu shock yang disebabkan infeksi yang telah menyebar luas.
"Tapi saya belum cek detil kapan tepatnya pasien mulai dirawat yang jelasnya meninggalnya Minggu [15/2/2015]," terang Attobari, Senin (16/2/2015).
Menurut Attobari pasien diduga meninggal karena leptospirosis karena melihat ada kemiripan gejala denga penyakit yang disebabkan bakteri leptospira pada kencing tikus tersebut.
Untuk menegakan diagnosis, rumah sakit dapat melakukan audit terhadap gejala dan penyebab kematian korban.
"Kami belum koordinasi dengan dokter terkait apakah perlu dilakukan audit atau tidak," lanjutnya.
Menurut Attobari, ini merupakan kali pertama di 2015, RSUD menangani pasien yang meninggal dunia dengan dugaan leptospirosis. Sebelumnya, pasien leptospirosis asal Imogiri juga pernah dirawat di RSUD namun tidak sampai meninggal dunia.
Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Pramudi menyatakan, tim dari lembaganya akan melakukan audit untuk menegakan diagnosa atas kematian warga Srandakan tersebut.
Menurut Pramudi, leptospirosis kini menjadi penyakit yang mengancam saat musim hujan seperti sekarang selain demam berdarah. Sejumlah wilayah yaitu Kecamatan Sedayu dan Jetis merupakan daerah endemik leptospirosis.
"Yang endemik biasanya daerah yang dekat dengan aliran sungai," jelasnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul mencatat, sepanjang Januari hingga Februari ini terdapat delapan kejadian leptospirosis. Selain warga Srandakan, seorang warga Sewon Bantul sebelumnya diduga meninggal dunia akibat penyakit ini.
Tahun lalu, sepanjang Januari hingga November tercatat 74 kasus leptospirosis dengan enam kematian. Kasus kematian akibat leptospirosis juga ditemukan pada 2012 sebanyak satu korban jiwa dari total 48 kejadian. Sedangkan pada 2013 tercatat sebanyak 74 kejadian dengan kematian nihil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
Advertisement
Advertisement




