PENCURIAN BANTUL : 1 Hari, Ada 2 Kasus di Tempat Berbeda

Ilustrasi sapi (Wikipedia.org)
04 Maret 2015 12:20 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Pencurian Bantul yang kini marak terjadi ialah hewan ternak.

Harianjogja.com, BANTUL- Pencurian ternak di Kabupaten Bantul kian marak. Dalam sehari, terjadi dua kasus pencurian ternak.

2 Ekor Kambing Digondol
Setelah 19 Februari lalu terjadi pencurian sapi di Desa Temuwuh, Dlingo, kejadian serupa terulang pada Minggu (1/3/2015) lalu di Kecamatan Kretek dan Banguntapan. Dalam sehari terjadi dua kasus pencurian ternak di dua tempat.

Di Kecamatan Banguntapan tepatnya di Desa Jambidan, pelaku berinisial RS mencuri dua ekor kambing milik Harmadi, 45 di kandang kelompok. Kepala Polsek Banguntapan, Kompol Tri Wahyuni mengatakan, pelaku mencuri dua ekor kambing secara bertahap pada Pukul 02.00 WIB dan 03.30 WIB.

"Ia menyurvei dulu lokasi pencurian sebelum beraksi," terang Tri Wahyuni, Selasa (3/3/2015).

Pelaku mengangkut kambing curiannya dengan sepeda motor dengan cara diikat dan menyembunyikan kambingnya di sebuah kebun. Ia hendak mengulangi aksinya untuk ketiga kalinya namun gagal lantaran saat kembali ke kandang, warga sudah ramai berkumpul.

Esok harinya, warga desa setempat menemukan dua ekor kambing yang ditempatkan di kebun. Namun RS mengklaim kambing itu miliknya. Lantaran curiga, warga melaporkan kejadian ini ke Polsek Banguntapan.

RS sempat dilepas oleh petugas kepolisian dan kemudian ditangkap lagi setelah seorang saksi mata melapor melihat RS beraksi pada Minggu dini hari. Polisi juga mencocokan ciri-ciri dua ekor kambing tersebut dengan penjelasan dari pemiliknya.

Seekor Sapi Hilang dari Kandang
Di hari yang sama pencurian ternak juga terjadi di Dusun Ngentak, Parangtritis, Kecamatan Kretek. Seekor sapi milik Warsono,47, hilang sekitar Pukul 06.00 WIB. Korban mendapati kandangnya kosong saat hendak memberi makan ternak sapi miliknya. Kandang sapi itu berjarak sekitar 300 meter dari rumah korban.

Kejadian ini telah dilaporkan ke Polsek Kretek. Petugas kepolisian sampai saat ini masih memburu pelaku.

"Kami minta warga meningkatkan Siskamling dan ronda malam untuk mencegah kejadian ini berulang," kata Kapolsek Kretek, Kompol Maryadi.