Kisah Udi, Petugas yang Berjalan 12 Km Demi Jalur Kereta Aman Dilalui
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Kecelakaan Jogja menimpa seorang nenek yang tengah jalan-jalan pagi.
Harianjogja.com, JOGJA-Seorang nenek yang biasa dipanggil Mbah Resmi, 65, warga Pengok, Gondokusuman, Jogja, ditemukan tewas mengenaskan di sekitar rel Kereta Api (KA), tepatnya di Barat Pasar Talok, Gondokusuman, Jogja, Kamis (12/3/2015). Jasad korban hancur menjadi beberapa bagian hingga tidak bisa dikenali kecuali dari pakaian yang dikenakannya.
Kapolsekta Gondokusuman Kompol Eddy Sugiharto mengatakan, kematian korban diduga tertabrak KA yang melintas dari arah Jogja menuju Solo (Barat-Timur) sekitar pukul 05.00 WIB. Namun, jasad korban baru diketahui oleh warga sekitar lokasi kejadian sekitar pukul 05.30 WIB.
"Saat olah TKP kondisi korban sulit dikenali. Korban baru diketahui identitasnya setelah jenazah sudah dievakuasi ke RS Sardjito. Tidak ada indikasi bunuh diri. Korban meninggal karena kecelakaan KA," kata Eddy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
DPR AS dijadwalkan menggelar pemungutan suara pemakzulan Pete Hegseth. Trump tetap membelanya meski Partai Republik kalah dalam pemilu sela.
Pengurangan dana desa membuat honor guru PAUD di Kulonprogo turun. Bahkan, ada pendidik yang hanya menerima Rp50.000 per bulan.
BPBD Sleman mewaspadai banjir lahar dingin Merapi, angin kencang, banjir, petir, dan longsor menjelang musim hujan.
Sebanyak 27 padukuhan di Kapanewon Panggang, Gunungkidul, mendapat bantuan 1 juta liter air bersih dari Buddha Tzu Chi Sinar Mas.
Pemerintah menargetkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,4% sepanjang 2026, ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, dan belanja pemerintah.