Advertisement
KASUS DANA HIBAH PERSIBA : Sebut Idham Samawi Tak Mungkin Korupsi, Haryadi Suyuti Dikecam
Advertisement
Kasus dana hibah Persiba Bantul menyeret Mantan Bupati Bantul Idham Samawi sebagai tersangka. Walikota Jogja Haryadi Suyuti yang menyebut Idham Tak Mungkin Korupsi, dikecam oleh warga
Harianjogja.com, BANTUL- Masyarakat Kabupaten Bantul mengecam pernyataan Walikota Jogja Haryadi Suyuti yang menyatakan mantan Bupati Bantul Idham Samawi tidak layak jadi tersangka korupsi dana hibah untuk klub sepak bola Persiba.
Advertisement
Masyarakat yang tergabung dalam Paguyuban Kawulo Bantul menyatakan, pernyataan Haryadi di salah satu media lokal di Jogja itu tidak pantas keluar dari seorang wali kota yang harusnya memberi teladan dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.
Pernyataan itu seolah mendorong kasus dugaan korupsi dana hibah senilai Rp12,5 miliar itu dihentikan. Ketua Paguyuban Kawula Bantul, Abu Sabikhis mengatakan, Haryadi Suyuti tidak memikirkan nasib rakyat Bantul yang dirugikan dengan skandal dana hibah tersebut.
Dana itu bila tidak digelontorkan untuk Persiba sejatinya bisa digunakan untuk program yang menyejahterakan masyarakat Bantul yang jumlah penduduk miskinnya masih tinggi.
"Dana yang dikorupsi beberapa tahun kok mau di SP3-kan [surat perintah penghentian penyidikan]. Dana itu dikembalikan ke kas daerah setelah kasusnya ketahuan. Dana itu bahkan tidak bisa digunakan sampai sekarang. Ini kerugian besar bagi masyarakat Bantul," tegas Abu dalam jumpa pers Senin (16/3/2015).
Lantaran hal itu, paguyuban mengeluarkan somasi kepada Haryadi untuk meminta maaf pada rakyat Bantul dan dimuat di media yang sebelumnya memuat pernyataan Haryadi.
Paguyuban memberi batas waktu 3x24 jam terhitung Senin (16/3/2015). "Bila tidak minta maaf kami akan menempuh jalur hukum," tegasnya lagi.
Paguyuban Kawula Bantul juga menanggapi aksi ratusan warga di gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY pekan lalu yang meminta kasus Persiba dihentikan. Anggota paguyuban, Mugi Atmojo menegaskan tidak semua warga Bantul menginginkan hal itu.
"Ada 900.000 lebih warga Bantul, tidak semuanya ingin kasus Persiba dihentikan. Kami diantaranya, itu bukan suara yang mewakili seluruh rakyat Bantul," papar Mugi.
Sementara itu, Haryadi Suyuti hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement





