Awas, Penipuan Bermodus Rekruitmen Calon Pegawai RSUP Sardjito

21 Maret 2015 00:20 WIB Sunartono Sleman Share :

Penipuan bermodus rekruitmen calon pegawai RSUP dr Sardjito beredar di masyarakat

Harianjogja.com, SLEMAN- Rochman Arief, Direktur Umum dan Operasional, RSUP dr Sardjito, menyatakan bahwa informasi perekrutan pegawai RSUP Sardjito yang beredar di masyarakat adalah palsu.

Dokumen itu disusun oleh oknum tidak bertanggungjawab dengan mencatut RSUP dr Sardjito mulai dari kop surat hingga tandatangan Direktur SDM dan Pendidikan. Dugaannya, para pelaku penipuan hanya menebak dengan melihat pengumuman pada perekrutan tahun sebelumnya.

"Kami belum membuat dokumen soal itu [perekrutan]. Secara internal belum sama sekali membuat perencanaan jumlah dan lain sebagainya tentang perekrutan. Tapi mereka [oknum penipu] sudah membuat sendiri. Mungkin dengan hanya melihat tahun-tahun sebelumnya," ujar dia, ungkapnya di Sardjito, Jumat (20/3/2015) pagi.

Selain itu, kata Rochman, RSUP Sardjito tidak pernah memungut biaya sepeserpun untuk perekrutan pegawai. Pola perekrutan dilakukan secara terbuka.

Bahkan setiap proses seleksi dengan meminta bantuan aparat kepolisian agar tidak terjadi kebocoran. "Kami imbau masyarakat untuk tidak mempercayai informasi tersebut," kata dia.

Kassubag Hukum dan Kemitraan RSUP Sardjito Banu Hermawan menambahkan para pelaku menerbitkan dokumen palsu sebanyak empat lembar terdiri surat undangan bahwa telah dinyatakan lolos tes administrasi untuk mengikuti tes berikutnya.

Kemudian formulir pendaftaran kesediaan mengikuti tes berikutnya, lembar persyaratan administrasi dan lembar jumlah formasi.

Dalam lembar administrasi disebutkan bahwa tiap pendaftar laki-laki dikenakan biaya awal Rp524.000 sedangkan perempuan Rp564.000. Biaya itu oleh pelaku diminta mengirim ke rekening BNI nomor 035-651-4636 mengatasnamakan bendahara RSUP Sardjito.

Para pendaftar yang sudah mengirimkan uang administrasi diminta konfirmasi ke nomor 085256242678 atas nama Promono Slamet.

"Mereka mengatasnamakan staff personalia. Kami sempat menghubungi nomor tersebut dengan pura-pura sebagai pendaftar. Dia mengaku stand by di rumah sakit sampai jam 20.00 WIB malam. Padahal di bagian tersebut tidak ada nama yang disebutkan," urainya sembari menunjukkan berkas-berkas palsu.