Diparkir di Sawah, Tiga Traktor Petani Raib Dicuri

HarianJogja/Gigih M. HanafiSekumpulan burung kuntul (Ardeola, Sp) mengelilingi pembajak dengan traktor di areal persawahan Patalan, Kec. Jetis, Bantul, Sabtu (14 - 3). Predator alami hama pada tanaman padi ini selalu bermigrasi menuju persawahan yang sedang dibajak untuk mencari makan, alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman semakin mempersempit burung tersebut untuk mencari makan secara alami.
26 Maret 2015 18:40 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Diparkir di sawah, tiga unit traktor milik petani di Gunungkidul diambil pencuri

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL –Pencurian traktor marak terjadi di wilayah Gunungkidul. Setidaknya dalam satu minggu ada tiga traktor yang hilang dibawa kabur pencuri. Oleh karenanya, petani diminta waspada dan tidak meninggalkan alat membajak itu di sawah.

Pencurian terakhir terjadi pada Kamis (26/3/2015) dini hari, dua traktor milik Nawiyo, warga Dusun Sladi dan milik kelompok petani tembakau Dusun Dlisen, Desa Umbulrejo.

Sementara empat hari sebelumnya, traktor milik Sukardi di Dusun Sumingkar, Desa Bunder, Kecamatan Patuk, juga hilang dicuri orang. Hanya saja, yang diambil mesinnya, sedang rangka traktor ditinggal di tengah sawah.

Kepala Polsek Ponjong Komisaris Polisi Sutama mengatakan, hilangnya traktor di Desa Umbulharjo, Ponjong pertama kali diketehui pada Kamis. Saat itu, dua operator traktor, Jumadi dan Sunaryo hendak mengambil alat tersebut. Namun, saat tiba di lokasi mereka tidak menemukan alat untuk membajak itu.

“Mereka datang sekitar pukul 05.30 WIB, tapi saat di lokasi traktor itu sudah hilang. Kedua orang juga sempat mencari, namun dikarenakan tidak membuahkan hasil, langsung melaporkannya ke polisi,” kata Sutama kepada wartawan.

Dia menjelaskan, berdasarkan olah tempat kejadian perkara dan keterangan dari beberapa saksi, aksi pencurian tersebut kemungkinan terjadi saat dini hari. Pasalnya, para pemilik sempat mengecek ke sawah pada Rabu (25/3/2015) sekitar pukul 22.30 WIB.

“Pemiliknya sempat mengecek ke sawah, dan tidak terjadi apa-apa. Namun, keesokan harinya dua traktor itu telah hilang,” tuturnya.

Sutama menambahkan, pihaknya masih terus mengembangkan kasus hilangnya traktor-traktor itu. Hingga sekarang, polisi juga belum menetapkan tersangka, sebagai otak pencurian.

“Akan kita terus selidik. Namun, kami meminta kepada petani agar lebih berhati-hati. Jangan sampai meninggalkan traktor di sawah,” kata Kapolsek.

Menurut dia, lokasi sawah yang berjauhan dengan pemukiman, makin memudahkan pelaku untuk mengambil traktor itu. terlebih lagi, saat musim tanam banyak petani yang meninggalkan alat itu di sawah. “Untuk berjaga-jaga lebih baik di bawa pulang,” imbau Sutama.