Cek Kesehatan Anak Sekolah Jogja: Karies Gigi Dominan
Dinkes Jogja temukan karies gigi jadi masalah utama anak sekolah dengan angka 33,67%. Edukasi sikat gigi dan pola makan terus digencarkan.
Sampah tercecer di trotoar Jalan Malioboro./Harian Jogja-Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja mencatat lonjakan volume sampah hingga 50 persen selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 seiring meningkatnya kunjungan wisatawan, sehingga pengelolaan sampah berbasis wilayah dioptimalkan untuk menjaga kebersihan kota.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja mencatat terjadinya lonjakan volume sampah selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Kondisi ini dipicu meningkatnya aktivitas masyarakat serta kunjungan wisatawan ke Kota Jogja selama periode liburan. Untuk mengantisipasi dampak peningkatan tersebut, DLH Kota Jogja mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis wilayah.
Kepala DLH Kota Jogja, Rajwan Tauriq, menuturkan volume sampah yang diproduksi di Kota Jogja mengalami kenaikan signifikan selama libur Nataru. “Dengan adanya libur dan meningkatnya kunjungan wisatawan ke Jogja, volume sampah harian naik sekitar 50 persen dari kondisi reguler,” katanya, Sabtu (27/12/2025).
Ia menjelaskan, pada hari biasa volume sampah Kota Jogja berada di kisaran 260 ton per hari. Namun, selama libur Nataru 2025/2026, jumlah tersebut meningkat sekitar 130 ton sehingga totalnya mencapai hampir 390 ton per hari. Lonjakan volume sampah tersebut mulai terjadi sejak 22 Desember 2025.
Meski terjadi peningkatan signifikan, Rajwan memastikan pengelolaan sampah di Kota Jogja masih dalam kondisi terkendali. DLH Kota Jogja telah melakukan sejumlah langkah antisipasi, antara lain dengan membersihkan depo-depo sampah sebelum masa libur Nataru serta menutup permanen Depo RRI.
“Depo-depo yang sebelumnya kosong kami manfaatkan untuk menampung peningkatan sampah selama Nataru. Sampai saat ini kondisinya masih terkendali,” katanya.
Selain itu, DLH Kota Jogja juga memaksimalkan seluruh unit pengolahan sampah milik Pemerintah Kota Jogja. Saat ini, kapasitas pengolahan sampah internal mampu menangani sekitar 200 ton per hari.
Untuk menambah kapasitas pengolahan, DLH Kota Jogja turut bekerja sama dengan pihak swasta guna mengolah tambahan sekitar 50 ton sampah per hari. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi pengendalian lonjakan volume sampah selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026.
Sementara itu, DLH Kota Jogja juga mengoptimalkan sisa kuota volume sampah yang masih dapat dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan. Pemerintah Kota Jogja masih memiliki kuota pembuangan sekitar 600 ton hingga akhir Desember 2025 untuk menjaga stabilitas pengelolaan sampah selama masa libur Nataru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Jogja temukan karies gigi jadi masalah utama anak sekolah dengan angka 33,67%. Edukasi sikat gigi dan pola makan terus digencarkan.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.