AKSI SOSIAL : Jagalan Tlisih, Kampung Abdi Dalem untuk Penuhi Kebutuhan Daging Kraton

JIBI/Harian Jogja/Desi SuryantoGubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di dampingi Komisaris AirAsia Indonesia Dharmadi (kanan) menandatangani plakat saat menandai persesmian program Jagalan Tlisih Telusur Kampung Pusaka di halaman Masjid Gedhe Kotagede, Bantul, DI. Yogyakarta, Minggu (29/03 - 2015). Program kolaborasi antara Arsitek Komunitas Yogyakarta (ArKomJogja) dengan Karang Taruna Desa Jagalan yang didukung oleh AirAsia Foundation itu menggagas tur ke perkampungan dengan arsitektur bersejarah, kul
31 Maret 2015 00:20 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Aksi sosial yang dilakukan Airasia diapresiasi Gubernur DIY.

Harianjogja.com, JOGJAAirasia Foundation mendukung upaya pelestarian pustaka Kotagede melalui Kegiatan Jagalan Tlisih. Upaya ini diharapkan dapat menjaga kelestarian pustaka.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X yang turut dalam peluncuran Jagalan Tlisih, menyebut jelajah pusaka situs bersejarah bertujuan untuk melestarikan warisan budaya. Dia berharap, kegiatan tersebut mampu menciptakan gerakan untuk pelestarian budaya di masyarakat. Pasalnya, banyak pihak yang saat ini merasa asing dengan situs-situs warisan sejarah.

"Masyarakat sekarang merasa asing dengan situs-situs bersejarah sehingga perlu dilakukan restorasi sejarah dan gerakan cinta pusaka budaya. Jangan sampai kita kehilangan generasi yang tidak tahu sejarah," ajak Sultan di halaman Timur Masjid Agung Mataram, Kotagede Jogja, Minggu (29/3/2015).

Menurut dia, kampung Jagalan Banguntapan, Bantul itu memiliki kedekatan historis dengan Kraton Ngayogyakarta. Dulu, sambungnya, wilayah tersebut merupakan domisili para abdi dalem khusus untuk memenuhi kebutuhan daging Kraton. Wilayah yang dikenal sebagai Kampung Jagal itu dulunya diketuai Jagal Abilowo. Hingga kini, banyak benda-benda warisan budaya yang masih bertahan di Jagalan seperti rumah Joglo dan Limasan.

"Karakteristik ini harus dipertahankan. Apalagi, keberadaan UKM di sini ikut memperkaya keunikan
kampung Jagalan. Ini bisa menjadi media promosi wisata minat khusus yang segmentasinya masih besar," usul Sultan.

Koordinator Komunitas Arsitek Jogja (Arkom) Jogja Yuli Kusworo mengatakan, banyak pusaka khas Jagalan yang mulai hilang. Seperti rumah tradisional, kuliner dan warisan budaya kesenian serta kerajinan tradisional. Selama enam bulan pertama, ujar Yuli, lebih dari 70 relawan muda terlatih melakukan survei dan pemetaan.

"Melalui pemetaan yang kami lakukan, kami mengajak Karang Taruna untuk membantu menemukan kembali potensi yang dimiliki Jagalan agar bisa menarik wisatawan minat khusus peninggalan sejarah," kata Yuli.