Advertisement
ASURANSI NELAYAN : Berapa Besaran Santunan di Bantul?
Advertisement
Asuransi nelayan Bantul baru saja direalisasikan di Bantul.
Harianjogja.com, BANTUL- Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta (DKP) pada tahun ini mulai memfasilitasi nelayan di wilayah pantai selatan Kabupaten Bantul agar mendapat asuransi kecelakaan dari PT Jasa Raharja Putera Cabang DIY.
Advertisement
Kartu asuransi kecelakaan nelayan tersebut secara simbolis diserahkan kepada nelayan oleh Bupati Bantul Sri Surya Widati bersamaan dengan penyerahan bantuan sarana dan prasarana kelautan dan perikanan di Pantai Depok, Bantul, Jumat (24/4/2015).
Usai penyerahan bantuan itu, Sekertaris DKP Bantul Imam Subardiasa mengatakan bahwa masing-masing nelayan mendapat kartu yang berfungsi sebagai tanda kepemilikan asuransi. Jika terjadi risiko, mereka mengklaimkan ke PT Jasa Raharja.
"Baru tahun ini (asuransi nelayan) mulai diberikan, asuransi ini difasilitasi oleh provinsi (Pemprov DIY). Jika terjadi kecelakaan, nelayan bisa memperoleh biaya klaim perawatan dengan disertai dokumen yang dibutuhkan," katanya.
Sementara itu, Ketua Koperasi Wisata Mina Bahari 45 Pantai Depok Bantul Topo mengatakan asuransi atau santunan akan diberikan dalam bentuk uang saat nelayan mengalami kecelakaan yang mengakibatkan sakit, cacat tetap, maupun meninggal dunia.
Ia menyebutkan nilai santuan maksimal sebesar Rp2,5 juta untuk biaya perawatan, kemudian Rp25 juta santunan cacat tetap, serta Rp25 juta santunan bagi nelayan yang meninggal dunia.
"Asuransi ini diberikan berdasar nama perorangan, jadi bukan untuk satu keluarga," katanya.
Ia menambahkan bahwa koperasi tersebut beranggotakan nelayan maupun pedagang ikan.
Menurut dia, pemberian asuransi kecelakaan nelayan ini sangat diharapkan para nelayan setempat sebab selama ini mereka belum punya jaminan apa pun sehingga sering kesulitan biaya pengobatan saat terjadi kecelakaan kerja.
"Apalagi, pekerjaan nelayan sangat berisiko karena berhadapan dengan alam. Bahaya terus mengintai saat mereka melaut, mulai dari tinggi gelombang hingga macetnya mesin kapal," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
- Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement




