WISATA JOGJA : Tingkatkan Kunjungan Wisata, Saatnya Great Jogja Dibangun!

01 Mei 2015 12:20 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Wisata Jogja didorong untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dengan membangun Great Jogja

Harianjogja.com, SLEMAN- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenperkraf) mendorong terbentuknya Great Jogja untuk menggenjot jumlah wisatawan ke Jogja.

Menteri Perkraf Arief Yahya mengatakan, Indonesia memiliki banyak potensi pariwisata tetapi masih lemah dalam promosi. Kondisi tersebut menyebabkan kunjungan wisman dan pariwisata di Indonesia kalah jauh dibandingkan negara-negara lainnya. Selain itu, kontribusi industri pariwisata dinilai masih kecil dibandingkan dengan sektor lain.

"Masing-masing daerah saling bersaing mengunggulkan pariwisatanya. Ada kecenderungan muncul persaingan tidak sehat. Jogja memiliki potensi wisata yang luar biasa, tapi perlu dikelola promosi yang baik," ujarnya, saat menghadiri Seminar Nasional Pariwisata yang digelar Harian Jogja, di Sahid Rich Hotel Jogja, Rabu (29/4/2015).

Arief pun mendorong terbentuknya Great Jogja. Pembentukan Great Jogja tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisman. Hal yang sama juga dia lakukan dengan membentuk Great Bali, Great Batam dan Great Jakarta.

Dia menyontohkan Banyuwangi, menjadi sub dari Great Bali, yang akan dipromosikan Kemepekraf ke tingkat dunia.

Prosentase wisman yang mengunjungi Bali selama 2014 mencapai 40%, disusul Jakarta 25% dan Batam di angka 20%. Jogja hanya 1,2% dari angka 13 juta wisatawan.

"Jangan berdiri sendiri. Great Jogja harus terbentuk. Nanti kami anggarkan promosi Jogja Rp11 Miliar. Jogja Istimewa by Wonderful Indonesia," kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjend Asita DIY Fadli Fahmi mengatakan, potensi wisata yang dimiliki Jogja tidak kalah menarik dengan negara lain. Pihaknya menawarkan konsep wisata bernuansa cultural and spiritual trip kepada wisman.

"Semua pelaku usaha harus menciptakan persepsi kepada market. Bagaimana para wisman ini bisa memperpanjang waktu tinggal di Jogja dan ini tidak bisa dilakukan sendiri, (pelaku usaha) harus saling melengkapi," tukasnya.

Adapun Wakil Ketua Umum PHRI Pusat Joni Sugiarto menegaskan, pihaknya mendukung upaya pencapaian target 20 juta kunjungan wisman dan 275 perjalanan wisata nusatara pada 2019. Sayangnya, lanjut dia, akibat pertumbuhan hotel saat ini muncul kendala sumber daya manusia yang profesional.

"Untuk mendukung target 2019, kami berharap agar PHRI DIY membuat proposal promosi untuk kami masukkan dalam kalender event nasional untuk promosikan Jogja. Di sini dibutuhkan sinergi antara swasta dan pemerintah," tukasnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran DIY Hero Darmawanto mengatakan, pihaknya tahun ini menargetkan angka kunjungan wisata meningkat hingga 15%.

Pada 2014, angka kunjungan mencapai 2,4 juta wisatawan domestik dari target 2,2 juta orang dan 1,8 juta wisman. Sementara untuk 2015 ini, pihaknya menargetkan kunjungan wisatawan domestik mencapai 2,6 juta orang dan wisatawan mancanegara 2,25 juta orang.

Jogja memiliki pangsa wisata tersendiri pada bulan-bulan tertentu. Pada Juni-Agustus, misalnya, wisatawan berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Sedangkan pada liburan hari besar dan akhir tahun dibanjiri oleh kalangan keluarga.

"Jogja merupakan satu dari tiga destinasi ekonomi kreatif selain Bandung dan Bali. Maka sudah selayaknya untuk saling mendukung, tidak menjatuhkan, serta meningkatkan daya saing," tutupnya.