TKI Asal Gunungkidul Meninggal saat Berlayar Menuju Qatar

Ilustrasi mayat (JIBI/Harian Jogja - Antara)
09 Mei 2015 17:19 WIB Uli Febriarni Gunungkidul Share :

TKI Asal Gunungkidul meninggal saat berlayar menuju Qatar

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Seorang tenaga kerja Indonesia asal Dusun Gedangan II, Desa Gedangrejo, Kecamatan Karangmojo, Roko Bayu Anggoro diketahui meninggal dunia saat berlayar dari Ghana menuju Qatar.

Orangtua Roko, Gunawan Edy Mulyono, mengungkapkan anaknya meninggal pada Minggu (3/5/2015) karena sakit sebelum kapal sampai Qatar.

Kabar kematian Roko pertama kali diterima Gunawan pada Minggu lalu dari perwakilan PT.Dwidaya Eka Lestari, perusahaan penyalur jasa tenaga kerja Indonesia, yang memberangkatkan Roko ke Qatar.

Gunawan memaparkan Roko tidak bisa mendapatkan perawatan maksimal selama sakit karena masih berlayar di tengah laut. Kapten kapal yang diminta untuk menyampaikan ke instansi di daratan tidak memberikan izin untuk menggunakan jaringan komunikasi yang ada di kapal.

Roko akhirnya hanya dirawat seadanya sampai meninggal dunia. “Informasi yang saya terima, anak saya itu sakit cukup lama dan akhirnya meninggal di atas kapal,” ujarnya, Jumat (8/5/2015).

Sampai kemarin Gunawan belum memperoleh kepastian mengenai penyakit yang diderita Roko.

Dwidaya Eka Lestari juga belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena kapal yang ditumpangi mendiang Roko rencananya baru bersandar kemarin.

Gunawan memaparkan kabar mengenai kondisi jenazah Roko hanya disampaikan rekan mendiang anaknya, Rias. Pihak berwajib dan medis di negara Timur Tengah itu sedang memeriksa jenazah Roko.

“Katanya KBRI [Kedutaan Besar Republik Indonesia] sudah mengurus. Namun, saya belum tahu kapan mendiang Roko dipulangkan,” ungkapnya.

Roko diketahui berangkat bekerja ke luar negeri pada 28 Maret 2014 lalu. Saat itu, dia berlayar menuju Ghana. Setelah hampir tujuh bulan di Ghana, kemudian menuju Qatar. Sebelum tiba di Qatar, Roko sempat menghubungi keluarga untuk memberitahu kondisinya.

“Dia juga bilang ingin mengajak orangtua untuk menengok bibinya yang sedang sakit di Biak. Itu pesan terakhirnya,” papar Gunawan.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul Dwi Warna Widi Nugraha mengatakan instansinya belum mendapatkan informasi mengenai Roko. Dinsosnakertrans siap mengecek untuk kepastiannya kemudian membantu untuk mengurus kepulangan jenazah Roko ke Tanah Air.

“Terlepas dari legal atau ilegal keberangkatan dia [Roko], akan dibantu kepengurusan yang dibutuhkan,” ucapnya.

Namun, Dwi Warna menegaskan instansinya tidak memberangkatkan TKI untuk bekerja di pelayaran karena selama ini belum ada regulasi untuk itu.

“Apalagi kami [Dinsosnakertrans] belum tahu tentang Dwidaya Eka Lestari itu legal atau ilegal. Setahu saya belum terdaftar di Dinas Tenaga Kerja DIY, apalagi ke Dinsosnakertrans Gunungkidul,” paparnya.