PEMKAB KULONPROGO : Kendaraan Masuk Objek Wisata Digratiskan

09 Mei 2015 07:20 WIB Kulonprogo Share :

Pemkab Kulonprogo memiliki kebijakan membebaskan biaya masuk ke objek wisata untuk kendaraan.

Harianjogja.com, KULONPROGO—Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kulonprogo menyetujui rencana Pemerintah Kabupaten Kulonprogo menghapuskan tarif bagi kendaraan yang masuk ke objek wisata.

Dewan menilai kebijakan itu akan menguntungkan karena bisa menarik lebih banyak kunjungan wisata.Persetujuan Dewan muncul dalam rapat paripurna pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Retribusi Tempat Pariwisata di Gedung DPRD Kulonprogo, Rabu (6/5/2015). Selain Retribusi Tempat Pariwisata, dibahas juga Raperda tentang Perlindungan terhadap Perempuan dan Anak Korban Kekerasan serta tentang Penanggulangan Bencana.

“Pembebasan tarif kendaraan bisa meningkatkan pendapatan daerah,” ujar Juru Bicara Panitia Khusus (Pansus) Tiga Raperda, Siti Ismiatun, dalam rapat paripurna, kemarin. Namun, Siti mengaku ada konsekuensi dengan penghapusan tarif kendaraan.

Biaya untuk membangun dan memelihara objek wisata memerlukan dana yang cukup besar. Karena itu, butuh dukungan masyarakat untuk membayar retribusi yang besarannya perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman dan perekonomian.

“Kami [Dewan] setuju ada kenaikan tarif retribusi masuk objek wisata,” ungkap Siti.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kulonprogo Widiyanta mengatakan peningkatan retribusi juga perlu diimbangi dengan peningkatan pelayanan bagi wisatawan. Peningkatan pelayanan dapat dilakukan dengan pembangunan sarana dan prasarana di kawasan wisata. Selain itu, perlu juga memberikan jaminan keamanan bagi para pengunjung yang selama ini masih belum terlalu diperhatikan.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menambahkan untuk menjaring wisatawan dari dalam maupun luar daerah, Pemkab telah melakukan promosi. Di samping itu, pembenahan juga dilakukan dengan pemenuhan beberapa infrastruktur pendukung objek wisata. Melihat perkembangan perekonomian masyarakat saat ini, maka tarif masuk pada tempat rekreasi dan olahraga perlu dinaikkan.