Advertisement

Tak Bisa Buang ke TPA Piyungan, Sleman Maksimalkan TPST

Andreas Yuda Pramono
Sabtu, 03 Januari 2026 - 00:37 WIB
Jumali
Tak Bisa Buang ke TPA Piyungan, Sleman Maksimalkan TPST Proses pengolahan sampah di TPST Tamanmartani di Kalurahan Tamanmartani, Kalasan. Harian Jogja - David Kurniawan

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman tak lagi membuang sampah residu ke TPA Piyungan. Sebagai solusi, DLH memaksimalkan kapasitas TPST dan meningkatkan efektivitas TPS3R di berbagai wilayah.


Plt. Kepala DLH Sleman, Sugeng Riyanta, menjelaskan bahwa strategi utama saat ini adalah memaksimalkan kinerja tiga lini infrastruktur, yakni Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST), Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R), dan transfer depo.

Advertisement

Pemkab Sleman mengandalkan tiga TPST besar untuk menangani volume sampah residu. Kapasitas pengolahan di lokasi-lokasi tersebut akan ditingkatkan hingga mencapai batas maksimal:

- TPST Tamanmartani (Kalasan): Kapasitas maksimal hingga 90 ton per hari.

- TPST Donokerto (Turi): Kapasitas maksimal hingga 60 ton per hari.

- TPST Sendangsari (Minggir): Kapasitas maksimal hingga 60 ton per hari.

Meskipun memiliki potensi besar, Sugeng mengakui saat ini rata-rata pengolahan masih berkisar antara 15 hingga 20 ton per hari. "Satu TPST idealnya memiliki tiga modul yang masing-masing mampu mengelola 45 ton per hari. Namun, peningkatan ini tidak bisa dilakukan seketika karena kami masih memerlukan waktu untuk monitoring dan evaluasi," ujar Sugeng, Jumat (2/1/2026).

Selain TPST, Sleman memiliki 44 titik TPS3R. Namun, operasional infrastruktur ini menghadapi kendala serius. Per 28 September 2025, tercatat 12 titik TPS3R berhenti beroperasi akibat ketiadaan sumber daya manusia (SDM) yang bertugas sebagai operator.

Kondisi ini menjadi perhatian serius DLH agar sisa TPS3R yang masih aktif dapat bekerja lebih efisien guna mengurangi beban sampah yang masuk ke TPST maupun transfer depo.


Sugeng menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah secara mandiri di Sleman tidak hanya bergantung pada teknologi dan infrastruktur, tetapi juga peran aktif masyarakat.

"Kami tetap mengajak masyarakat untuk melakukan pilah dan olah sampah langsung dari sumbernya, terutama skala rumah tangga. Ini sangat krusial untuk menekan volume residu," tambahnya.

Dengan tertutupnya akses ke TPA Piyungan, kemandirian pengelolaan sampah menjadi harga mati bagi Kabupaten Sleman agar tidak terjadi penumpukan sampah di ruang publik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Wabah Diare di Indore India, 9 Tewas Ratusan Dirawat

Wabah Diare di Indore India, 9 Tewas Ratusan Dirawat

News
| Jum'at, 02 Januari 2026, 22:17 WIB

Advertisement

Thailand Legalkan Pernikahan Sesama Jenis, Dorong Ekonomi Pelangi

Thailand Legalkan Pernikahan Sesama Jenis, Dorong Ekonomi Pelangi

Wisata
| Jum'at, 02 Januari 2026, 18:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement