HARIAN JOGJA HARI INI : Penjelasan Sultan Belum Diterima

Harian Jogja Hari Ini Edisi Senin Kliwon, 11 Mei 2015 (JIBI/Harian Jogja - dok)
11 Mei 2015 10:44 WIB Mediani Dyah Natalia Jogja Share :

Harian Jogja Hari Ini Edisi Senin Kliwon, 11 Mei 2015

Sabda Raja dan Dawuh Raja : Sri Sultan HB X
Dalam kesempatan ini saya tidak akan kepenjangan. Saya akan menyampaikan dua hal yang bagi
saya menjadi polemik biarpun bener ning ra pener (benar tetapi tidak tepat). Karena yang di-othak
athik lima hal yang sepenuhnya belum tentu benar dengan apa yang Saya lakukan. Saya akan
menyampaikan Sabda Raja dan Dawuh Raja yang asli.

Penjelasan Sultan Belum Diterima
BANTUL—Penolakan terhadap Sabda Raja dan Dawuh Raja terus mengalir. Tak cuma kerabat Kraton,
masyarakat di luar lingkungan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat pun keberatan dengan sabda
Sultan HB X.

KEHIDUPAN SOSIAL : Rawan Kriminalitas, Indekos Tak Berinduk Semang Jadi Favorit
JOGJA—Indekos tanpa induk semang di DIY rawan kriminalitas. Beberapa waktu lalu, mahasiswa
salah satu perguruan tinggi di Sleman meninggal setelah melahirkan sendirian. Dia meninggal di
kamar kos yang tak diawasi setiap hari oleh induk semang.

MUSIBAH KEBAKARAN : Kebakaran Pasar Johar Penuh Kejanggalan
SEMARANG—Sejumlah pedagang di Pasar Induk Johar Semarang menilai banyak kejanggalan dalam
terbakarnya pasar trandisional terbesar di Kota Semarang tersebut, Sabtu (9/5) malam.
Sampai Minggu (10/5) siang, petugas Dinas Pemadam Kebakaran Pemerintah Kota Semarang terus
berupaya memadamkan api di beberapa lokasi. Kepulan asap hitam masih muncul dari sejumlah titik.
Bau menyengat juga menguar di sekitar kawasan pasar sampai Masjid Besar Kauman.

3 KRATON MATARAM : Dari Bawah Beringin Kotagede, Mataram Lahir
Kraton Kotagede merupakan bagian Kerajaan Mataram Islam yang memiliki sejarah panjang dan
pengaruh hingga berabad-abad kemudian. Bahkan keberadaannya masih melekat dalam kehidupan
masyarakat Jogja masa kini. Berikut laporan wartawan Harian Jogja, Switzy Sabandar.

CUACA EKSTREM : Ombak 5 Meter, Nelayan Pulang Kampung
BANTUL—Telah lebih dari sepekan tak bisa melaut lantaran gelombang tinggi laut selatan, puluhan
nelayan asal Cilacap, Kebumen, dan Gombong kembali
ke tempat asal mereka.

BAKPIA : DK, Bahan Baku Impor Harga Miring
JOGJA—Berbagai merek produk oleh-oleh khas Jogja terus bermunculan. Juga salah satu makanan
terkenalnya, bakpia. Salah satu merek baru yang muncul dan bersaing ketat adalah bakpia DK.

PERMUKIMAN : Jogja Tercemar Limbah
JOGJA-Ratusan ribu warga Jogja tidak memiliki sistem pengolahan air limbah. Akibatnya, pencemaran
air sungai, air tanah, hingga bakteri Escherichia coli, (E-coli) mengancam kehidupan warga.

RUSUNAWA TRIHARJO : Sudah Setahun Dibiarkan Kosong
WATES—Pemerintah Kabupaten Kulonprogo masih membiarkan rumah susun sewa sederhana
(rusunawa) di Desa Triharjo, Kecamatan Wates kosong tak berpenghuni meski bangunan sudah jadi
sejak setahun lalu.

Kisruh Sepak Bola : Pemain Diminta Tetap Berlatih
SURABAYA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengimbau para pesepak bola
tim Liga Indonesia agar tetap berlatih seperti biasa seiring dengan akan digelarnya kompetisi di bawah
wewenang Tim Transisi.

MUSIM KEMARAU : Gamping dan Prambanan Rawan Kekeringan
SLEMAN—Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sleman telah mempersiapkan rencana suplai air
untuk wilayah yang rawan kekeringan jika musim kemarau tiba. Dua daerah itu adalah Kecamatan
Prambanan dan Kecamatan Gamping.

Lebih lengkap Anda dapat membaca Harian Jogja edisi cetak. Dapatkan Harian Jogja dengan harga
Rp3.000 di agen terdekat.

Selamat membaca. Harian Jogja, berbudaya, Membangun Kemandirian.