JBBA 2026, Saatnya Dunia Usaha Berandil Cetak Talenta Masa Depan
JBBA 2026 menyoroti peran dunia usaha dalam membangun SDM adaptif di era AI dan transformasi digital di Jogja.
Ilustrasi minuman keras (JIBI/Harian Jogja/Sunartono)
Miras Bantul ditekan dengan sejumlah cara, salah satunya pelaksanaan operasi pekat.
Harianjogja.com, BANTUL-Popularitas kawasan objek wisata di pantai selatan yang meninggi mengindikasikan semakin tingginya angka penyakit masyarakat. Hotel dan penginapan yang menjamur juga disinyalir menjadi titik subur tumbuhnya penyakit masyarakat itu.
Dari persoalan tersebut, Kasat Sabhara Polres Bantul AKP Riyono mengatakan operasi pekat diperlukan. Adapun operasi pekat merupakan rangkaian program yang ditetapkan Polda DIY untuk 11-20 Mei 2015. (Baca Juga : http://jogja.solopos.com/baca/2015/05/12/razia-bantul-4-mahasiswa-kepergok-check-in-603676">RAZIA BANTUL : 4 Mahasiswa Kepergok Check-In)
Riyono menyampaikan dalam Operasi Pekat itu, pihaknya tak hanya fokus di kawasan Parangtritis saja. Terlebih untuk menjaring penjual minuman keras (miras) pihaknya melebarkan area razia hingga ke sisi utara Bantul.
Dalam kesempatan itu, pihaknya menjaring delapan tersangka penjual miras di tiga titik, yakni Sewon, Kasihan, dan Bambanglipuro. Dari kedelapan tersangka itu, pihaknya berhasil mengamankan 45 buah botol miras, baik berjenis ciu, oplosan hingga miras bermerk.
Saat persidangan tindak pidana ringan (tipiring) yang digelar di Pengadilan Negeri, Selasa (12/5/2015), hakim Intan Tri Kumalasi menjatuhkan denda sebesar Rp300.000-500.000 kepada kedelapan tersangka tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.
Wapres Gibran meminta pendataan warga terdampak banjir bandang Solok dipercepat untuk penanganan dan penataan permukiman.
Pertumbuhan anak perempuan yang lambat perlu dipantau. Kenali faktor penyebab perawakan pendek dan risiko gangguan kromosom.
Bank BPD DIY menyalurkan CSR di Kulonprogo, mulai dari bedah 15 RTLH, beasiswa, fasilitas publik hingga bantuan motor sampah.