TUNJANGAN PERANGKAT DESA : Sejak Awal Tahun, Tunjangan Perangkat Desa di Bantul Belum Cair

14 Mei 2015 05:21 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Tunjangan perangkat desa di Bantul belum cair sejak awal tahun ini

Harianjogja.com, BANTUL-Pamong desa di Kabupaten Bantul hingga kini belum terima tunjangan. Padahal seharusnya tunjangan tersebut sudah terbayarkan setidaknya pada kuartal I tahun 2015 ini.

Dibenarkan oleh Kepala Desa Dlingo, Kecamatan Dlingo, Bahrun Wardoyo, hingga kini pihaknya memang belum menerima tunjangan sepeser pun. Padahal, sepengetahuannya, pamong desa di kabupaten/kota lain sudah cair.

"Tidak sedikit, kawan-kawan pamong yang harus mencari hutangan," akunya saat dihubungi wartawan, Selasa (12/5/2015).

Bahkan, hingga kini pihaknya sama sekali belum mendapatkan konfirmasi terkait kepastian kapan tunjangan itu bisa dicairkan. Ia hanya mengakui, pihak Pemkab Bantul baru akan melakukan sosialisasi dan pendampingan terhadap mekanisme pencairan dana desa yang salah satu peruntukannya adalah untuk tunjangan pamong tersebut.

Memang, belum cairnya tunjangan pamong itu merupakan rentetan dari belum cairnya alokasi dana desa (ADD) yang seharusnya sudah diterima desa paling lambat April lalu. Selain berakibat tunjangan mereka belum dibayarkan, belum cairnya ADD itu juga berpengaruh pada operasional program desa. "Akibatnya kami pun sama sekali belum menyelenggarakan kegiatan atau program kecuali layanan," ungkapnya.

Dikatakannya, jika ingin melaksanakan program pembangunan, pihaknya masih menunggu pencairan ADD itu. Padahal, di sisi lain, layanan yang mereka lakukan selama ini sama sekali tidak menerapkan biaya retribusi. Akibatnya, sebelum ADD itu cair, maka pihak desa sama sekali tak ada pemasukan.

Ia mengakui, salah satu syarat untuk mencairkan ADD adalah penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Akan tetapi saat ini pihaknya baru menyusun nomenklaturnya saja. "Kami masih menunggu pendampingan dari pemkab dulu," akunya.