PENGUMUMAN UN : Lulus, Ratusan Siswa MAN 2 Wates Bagikan Nasi Bungkus

Aksi siswa MAN 2 Wates saat merayakan kelulusan dengan membagikan nasi bungkus di sekitar Stasiun Wates, Jumat (15/5/2015). (Rima Sekarani/JIBI - Harian Jogja)
15 Mei 2015 14:19 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Pengumuman UN disikapi dengan berbagi dengan sesama oleh siswa MAN 2 Wates Kulonprogo

Harianjogja.com, KULONPROGO-Lebih dari 2.500 nasi bungkus menjadi bukti ungkapan syukur 165 siswa kelas XII MAN 2 Wates yang dinyatakan lulus pada Jumat (15/5/2015).

Didampingi para guru, mereka turun ke jalan untuk membagikan ribuan nasi bungkus tersebut kepada masyarakat sekitar Wates.

Salah satu guru MAN 2 Wates, Amir Makruf mengatakan, aksi bagi-bagi nasi bungkus merupakan inisiatif para siswa. Sekolah bahkan tidak mengeluarkan dana untuk membeli nasi bungkus.

“Siswa membawa nasi sendiri dari rumah. Kemarin sepakat minimal tujuh bungkus tapi ada yang sampai 10 dan 15 bungkus,” ucap pria yang bertugas sebagai koordinator aksi tersebut.

Para siswa memulai aksinya dengan berjalan kaki dari sekolah sekitar pukul 08.00 WIB. Mereka menuju sekitar Stasiun Wates, Terminal Wates, hingga kemudian kembali lagi ke sekolah. “Ini wujud rasa syukur karena kelulusan tahun ini mencapai 100 persen,” kata Amir.

Aksi bagi-bagi nasi bungkus rupanya bukan pertama kali bagi MAN 2 Wates. “Ini sudah tradisi selama tiga tahun belakangan. Syukuran kelulusan umumnya corat-coret baju dan konvoi. Tapi kami ingin menyukurinya dan berbagi kebahagian dengan cara yang lebih bermanfaat,” ujar Karina Isnaini Putri, siswa kelas XII MAN 2 Wates.

Ungkapan serupa juga disampaikan siswa lainnya, Ahmad Sofyan Alfi. Meski kepanasan dan lelah berjalan, Ahmad merasa puas karena bisa berbagi nasi bungkus bersama teman-temannya. “Saya bawa tujuh bungkus dari rumah,” tutur remaja berusia 19 tahun itu.

Masyarakat yang menerima nasi bungkus dari siswa MAN 2 Wates pun mengaku terkesan dengan cara perayaan kelulusan itu. Meski sempat membuat lalu lintas macet, aksi tersebut tetap dianggap lebih terpuji dibanding konvoi dan corat-coret seragam.

“Memang lebih baik tidak bikin onar. Seragamnya juga jangan dikotori dan lebih baik disumbangkan,” ungka Sudimin, warga Tambak, Triharjo, Wates.