Bripka E Pengasuh Ponpes di Wonogiri Ditahan Kasus Kekerasan Seksual
Bripka E, anggota Polres Wonogiri, ditahan sebagai tersangka dugaan kekerasan seksual berbasis gender online terhadap perempuan 19 tahun.
CPNS 2015 untuk Kulonprogo terbuka bagi 119 K2.
Harianjogja.com, KULONPROGO – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan) RI akan membuka kembali tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Sebanyak 119 pegawai honorer K2 di Kulonprogo berkesempatan mengikuti tes tersebut.
Kabid Perencanaan dan Pengembangan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kulonprogo Sarji mengatakan informasi pasti terkait pembukaan CPNS secara umum belum diketahui. Dia mengatakan, menurut informasi di website Kemenpan, seleksi CPNS akan difokuskan untuk pegawai honorer K2.
“Kalau untuk [seleksi] yang umum, masih belum dapat dipastikan. Namun, pastinya yang akan dibuka adalah untuk pegawai K2 yang pada proses seleksi tahun lalu tidak lulus. Seleksinya kemungkinan pasca-Lebaran,” ujar Sarji saat ditemui di kantornya, Selasa (19/5/2015).
Sarji mengungkapkan pada seleksi CPNS tahun lalu, Kulonprogo menyisakan 119 pegawai K2. Pada seleksi pembukaan CPNS lalu, ratusan pegawai honorer itu tidak lolos seleksi. Harapannya, pada tahun ini dapat mengikuti kembali.
Pengisian kekosongan formasi CPNS Kulonprogo difokuskan pada pelayanan dasar. Lebih lanjut Sarji mengatakan, kekurangan pegawai di lingkungan Pemkab Kulonprogo cukup banyak, terutama di tingkat pelayanan dasar seperti tenaga pendidikan dan tenaga kesehatan. Dia menambahkan, pada tahun ini ada 849 formasi yang diajukan ke Menpan untuk pembukaan CPNS 2015.
“Alokasi terbesar untuk tenaga pendidikan mencapai 326 formasi, paling banyak untuk guru SD dengan kebutuhan mencapai 252 formasi. Sedangkan untuk tenaga kesehatan kebutuhannya mencapai 426 formasi,” papar Sarji.
Sarji mengungkapkan kebutuhan pegawai baru mendesak dilakukan. Pasalnya, jumlah pegawai yang pensiun juga banyak. Pegawai pensiun terbanyak adalah dari guru sekolah, paling tidak setahun bisa mencapai 150 orang. Sarji menambahkan, tahun ini jumlah pegawai yang pensiun mencapai 150 orang.
“Sebagian besar (pensiunan) adalah guru, ada sekitar 130 an orang yang pensiun,” jelas Sarji.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kulonprogo Sumarsana mengatakan, kebutuhan tenaga pendidik sangat banyak, terutama untuk jenjang sekolah dasar. Setidaknya, kebutuhan guru sekolah dasar mencapai lebih dari 200 guru. Untuk menutupi kekurangan guru, sekolah dapat membuka kesempatan para sarjana pendidikan untuk mengajukan diri sebagai tenaga pendidikan kontrak.
Sumarsana menambahkan, sarjana pendidikan tersebut akan diberikan Surat Keputusan Kepala Sekolah dan perjanjian kerja dengan masa pengabdian terbatas. Dia mengungkapkan, solusi ini diperbolehkan, karena dalam kompetensi tersebut ada alokasi anggaran 15% untuk guru berstatus pegawai yang diikat dengan perjanjian kerja.
“Sumber dana dari BOS dengan alokasi 15 persen. Isi perjanjian kontraknya mencantumkan, apabila dalam rentan waktu tertentu ada penetapan guru oleh pemerintah, otomatis yang bersangkutan [sarjana pendidikan] berhenti,” tandas Sumarsana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bripka E, anggota Polres Wonogiri, ditahan sebagai tersangka dugaan kekerasan seksual berbasis gender online terhadap perempuan 19 tahun.
Dekan Fakultas Psikologi UGM mengajak remaja tidak malu mencari bantuan profesional saat mengalami masalah kesehatan mental.
Survei Vero dan Kadence menunjukkan kepercayaan pada bank digital tertinggi di ASEAN, namun kebocoran data tetap menjadi kekhawatiran utama.
Retno Marsudi menyebut perubahan iklim memperparah krisis air dunia dan mendorong kolaborasi untuk mempercepat pencapaian SDGs 2030.
Satlantas Polres Bantul membuka layanan SIM Keliling dan Samsat Keliling di Bantul Creative Expo 2026 pada 1 dan 8 Agustus malam.
Indonesia membuka pendaftaran film nasional untuk Academy Awards ke-99. Simak syarat dan batas waktu pendaftarannya.