PERTANIAN BANTUL : Ini Dua Cara Atasi Sundep

25 Mei 2015 17:40 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Pertanian Bantul disiapkan menghadapi berbagai serangan hama.

Harianjogja.com, BANTUL-Petani dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) disebut seolah tak berdaya menghadapi hama penggerek batang padi atau sundep. Adapun Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPPT) DIY, Sudarmaji membantah jika hama penggerek batang tak bisa diatasi.

Menurut dia, cara mengatasi hama ini haruslah dengan cara yang sistemik dan tidak parsial. Salah satunya dengan menyebarkan pestisida yang nantinya bisa masuk ke dalam akar. Pestisida tersebut akan masuk ke batang dan akan meracuni larva hama.

"Dengan cara ini, perkembangan hama bisa diantisipasi,” katanya akhir pekan lalu.

Cara lain yang bisa diterapkan yakni dengan melakukan pengamatan sejak awal sehingga bisa dilakukan langkah antisipasi, karena hama ini meletakkan telurnya di atas daun, dan setelah lima hari akan menetas. Setelah itu, larva yang menetas berterbangan. Saat hama mulai beterbangan, petani bisa menyorotkan lampu untuk melokalisasi pergerakan hama.

Menurutnya, para petani bisa melakukan pengamatan itu dengan dibantu oleh PPL. Hanya saja, petani sering kecolongan, karena kupu-kupu lembut itu sudah terlanjur menyebar. Saat telur mulai menetas, petani harus langsung melakukan penyemprotan.

"Ini cara paling sederhana. Tapi kadang petani sering tak sabar melakukannya," tuturnya.

Sedangkan cara terakhir bisa dilakukan dengan melepasliarkan musuh alami hama bernama latin schirpophaga innonata itu, yakni trichoderma.

"Trichoderma itu bentuknya seperti semut tapi ukurannya sangat kecil," ujarnya.

Menurut Sudarmaji, serangan hama pada umumnya akan memengaruhi hasil panen setidaknya hingga 20%.

"Kerja sama petani dan PPL sangat penting dalam penanganan hama," ujarnya.

Terkait dengan pernyataan sejumlah petani yang menganggap PPL angkat tangan soal penanganan hama itu, Sudarmaji langsung membantah. Pasalnya, selama ini BPPT DIY selalu rutin meng-upgrade pengetahuan para PPL-nya. PPL selalu mendapatkan pembekalan terkait dengan perkembangan teknologi pertanian, tak terkecuali dengan penanganan terhadap serangan hama.

"Tidak mungkin kalau PPL sampai angkat tangan," ujarnya.