Tiga Buah Lokal Jogja Diajukan untuk Sertifikasi Varietas
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Angkutan umum di DIY mendapat bantuan dari Kementerian Perhubungan.
Harianjogja.com, JOGJA-Pemda DIY kebingungan menindaklanjuti hibah bus dari Kementrian Perhubungan, karena yang dihibahkan itu merupakan bus ukuran besar yang tidak sesuai dengan kondisi jalan di wilayah DIY.
Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) DIY, Budi Antono mengatakan selama tiga tahun kedepan, Kementrian Perhubungan melakukan pengadaan bus sebanyak 3.000 unit, secara bertahap. Tahun ini direncanakan sebanyak 1.000 unit bus ukuran besar mulai dihibahkan ke beberapa provinsi se-Indonesia, termasuk ke DIY.
"Di Jogja kondisi jalan tidak memungkinkan untuk bus besar, paling tidak bus ukuran sedang," kata Budi, Selasa (26/5/2015)
Menurut Budi, bus dari Kementrian Perhubungan itu dihibahkan melalui perusahaan Damri, kemudian daerah menindaklanjutinya. Sampai kemarin siang, Pemda DIY secara legal formal belum menerima hibah tersebut,
"Masih dalam pembahasan," kata Budi.
Budi mengungkapkan, Pemda DIY memang tengah membutuhkan bus angkutan umum. Pihaknya tengah melakukan pengembangan bus Trans Jogja yang saat ini dioperasionalkan melalui PT.Jogja Tugu Trans (JTT).
Jalur angkutan umum di DIY ada 22 jalur, 17 jalur di antaranya jalur yang dilalui Trans Jogja. Sementara sisanya adalah jalur bur reguler seperti Kopata, Aspada, Kopkar, dan sebagainya. Untuk memaksimalkan angkutan penumpang di 17 jalur, diakui Budi, Pemda DIY butuh 167 bus. Sementara Trans Jogja yang ada dan beroperasi saat ini hanya 74 armada.
"Artinya kami masih kekurangan 93 armada bus," jelasnya.
Oleh karena itu, untuk menindaklanjuti hibah bus dari Kementrian Perhubungan, Pemda DIY berencana melobi kementrian agar hibah bus besar bisa diganti dengan bus ukuran sedang.
Mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY ini mengaku mendapat informasi bahwa hibah bus besar memungkinkan diganti dengan bus ukuran sedang, jika masih tersedia kuota setelah provinsi lainnya mengajukan hibah bus tersebut. Budi juga belum bisa memastikan berapa unit jatah bus hibah dari pemerintah pusat tersebut.
Anggota Komisi C DPRD DIY yang membidangi pembangunan dan transfortasi, Huda Tri Yudiana menyambut baik hibah bus dari Kementrian Perhubungan. Setidaknya dengan hibah itu, kata dia, Pemda DIY mampu menghemat modal awal dari APBD DIY yang berencana melakukan pengadaan Trans Jogja.
Namun demikian, Huda menyarankan agar hibah itu disesuaikan dengan pengembangan angkutan Trans Jogja dan angkutan umum di DIY, "Manajemen Trans Jogja harus diperbaiki, jangan sampai bus banyak justru managemen buruk dan ditinggalkan penumpang," kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menyelenggarakan SV Career Days UGM 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM mulai Kamis (21/5/2026)
Gapasdap mengungkap 7 kapal tenggelam di Gilimanuk diduga akibat truk ODOL. Pelanggaran muatan berlebih kini ancam keselamatan pelayaran.