Advertisement
PASAR TRADISIONAL JOGJA : Minggu Depan Lelang Pasar Kranggan Selesai
Advertisement
Pasar tradisional Jogja tepatnya Pasar Kranggan akan dilelang minggu depan.
Harianjogja.com, JOGJA - Proses lelang pembangunan Pasar Kranggan memasuki tahap akhir dan pemenang untuk proyek pembangunan fisik senilai Rp5,6 miliar itu diperkirakan sudah diketahui pekan depan.
Advertisement
"Lelang berjalan sesuai target waktu dan diharapkan sudah ada pemenangnya pekan depan sehingga pekerjaan fisik bisa dimulai secepatnya," kata Kepala Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah (DBGAD) Kota Jogja Hari Setya Wacana di Jogja, Senin (1/6/2015).
Proyek pembangunan Pasar Kranggan memasuki tahap ketiga atau tahap akhir yang akan menyasar sisi timur dan utara pasar. Lokasi pembangunan sudah dibongkar dan pedagang mulai dipindahkan ke lokasi berjualan sementara di depan pasar.
Konsep pembangunan tahap ketiga Pasar Kranggan tetap menyesuaikan konsep pembangunan dua tahap sebelumnya yaitu memperbaiki los pedagang sekaligus meninggikan atap bangunan agar sirkulasi udara lebih baik.
Proses pembangunan Pasar Kranggan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar enam bulan dan ditargetkan sudah dapat diselesaikan paling lambat pada pekan ketiga Desember.
Selain Pasar Kranggan, DBGAD melakukan revitalisasi Pasar Karang Waru yang berada di Jalan Magelang dengan anggaran sekitar Rp2,6 miliar.
"Revitalisasi Pasar Karangwaru masih dalam proses lelang. Kami harapkan pekan kedua Juni sudah ada pemenangnya," katanya.
DBGAD, lanjut dia, akan segera membangun lapak sementara untuk pedagang di Pasar Karangwaru sehingga proses pembangunan bisa dilakukan.
"Untuk saat ini, kami masih melakukan sosialisasi kepada pedagang dan warga di sekitar guna memutuskan apakah akan membangun semi basement atau langsung lantai satu dan dua," katanya.
Pekerjaan revitalisasi Pasar Karangwaru diperkirakan akan selesai lebih cepat yaitu paling lambat pada pekan kedua Desember karena volume pekerjaa tidak sebesar pekerjaan di Pasar Kranggan.
"Tidak ada penambahan kapasitas di kedua pasar yang direvitalisasi sehingga tidak ada penambahan jumlah pedagang," katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD Kota Yogyakarta Suwarto mengatakan mendukung program revitalisasi pasar tradisional namun proses pembangunan tetap harus memperhatikan keseimbangan lingkungan sekitarnya.
"Misalnya saja kondisi lalu lintas tetap harus diperhatikan. DBGAD perlu berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk mengatur lalu lintas di sekitar lokasi revitalisasi pasar," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
- Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement




