MUDIK LEBARAN 2015 : Mobil Pribadi Jangan Masuk Malioboro

Harian Jogja/Desi SuryantoArus lalu lintas di Jalan Malioboro, Jogja padat merayap seperti terlihat pada Selasa (6 - 8). Kepadatan arus lalu lintas disebabkan banyaknya warga yang ingin berbelanja keperluan Lebaran di sejumlah pusat/pusat perbelanjaan.
16 Juli 2015 09:20 WIB Jogja Share :

Mudik Lebaran 2015 dan kemungkinan diantisipasi dengan menerapkan sejumlah pengaturan

Harianjogja.com, JOGJA-Pemkot Jogja meminta pengunjung tidak membawa mobil pribadi ke kawasan Malioboro. Sebagai alternatif, pengunjung dapat menggunakan bus Trans Jogja.

Kepala Dinas Perhubungan Jogja Wirawan Hario Yudo mengakui keterbatasan lahan parkir di Jogja, termasuk Malioboro harus diikuti dengan kesadaran pengunjung untuk meminimalkan penggunaan kendaraan pribadi di kawasan tersebut.

"Masyarakat harus memahami kondisi Jogja jadi bisa gunakan kendaraan umum saja ketika hendak jalan-jalan," ujarnya dalam jumpa pers di Balaikota Jogja, Rabu (15/7/2015).

Menurutnya, armada bus Trans Jogja dapat dimanfaatkan pengunjung yang hendak menghabiskan waktu di Malioboro. Kendaraan pribadi yang dibawa, jelasnya, dapat diparkir di tempat khusus parkir milik pemkot, seperti Abu Bakar Ali, Ngabean, dan Panembahan Senopati. Diterangkannya, upaya mengurangi kepadatan dilakukan dengan buka tutup jalur kawasan padat oleh personel dari Polresta Jogja.

Yudo mencontohkan, jika terjadi kepadatan di Malioboro maka pengguna jalan dari Jalan Mangkubumi melewati Jembatan Kleringan dan dialihkan ke timur memutar Kridosono lebih dulu sebelum menuju Malioboro.

"Jadi tidak bisa langsung belok kanan menuju Malioboro, tetapi yang perlu dicatat buka tutup jalur ini situasional jadi tergantung dari kepadatan," paparnya.

Menanggapi permintaan Pemkot Jogja, Kepala UPT Trans Jogja Agus Minang Satyo Nugroho justru mengungkapkan kesiapan armada seperti biasa. Artinya, tidak mungkin dilakukan penambahan jumlah bus. Bahkan, jam operasional Trans Jogja masih menunggu kepastian tanggal Idul Fitri dari pemerintah.

"Jumlah bus yang beroperasi sama seperti biasa ada 67 unit," sebutnya.

Agus menjelaskan, jika pemerintah menetapkan Idul Fitri jatuh bersamaan dengan tanggal yang ditetapkan Muhammadiyah yakni 17 Juli, maka jam operasional Trans Jogja pada hari itu dimulai pukul 13.00 sampai 21.30 WIB. Namun, apabila perayaan pemerintah jatuh pada 18 Juli, maka dipastikan Jumat dan Sabtu besok bus beroperasi mulai pukul 13.00 WIB. "Kami menghormati karyawan dan awak bus yang merayakan, kalau biasanya kami beroperasi dari pukul 05.30 sampai 21.30 WIB," urainya.

Ia juga mengaku saat malam takbiran, bus masuk kandang pukul 19.00 WIB mengingat kepadatan di jalan umum.
Terkait buka tutup jalur, kata Agus, ada kemungkinan penumpang diturunkan di tengah jalan sebab bus tidak dapat melewati kawasan yang ditutup.
"Jadi semisal ada yang mau ke Malioboro, bisa saja diturunkan di belakang Hotel Inna Garuda," imbuhnya.