MEGAPROYEK KULONPROGO : PDIP Kawal Pelakanaaan

16 Juli 2015 12:20 WIB Holy Kartika Nurwigati Kulonprogo Share :

Megaproyek Kulonprogo dengan nilai investasi besar rawan tindak kecurangan. PDIP Kulonprogo pun siap mengawal.

Harianjogja.com, KULONPROGO – Rencana pembangunan empat mega proyek di Kulonprogo haruslah terlaksana. PDIP menegaskan kesiapan untuk mengawal pembangunan bandara, pelabuhan ikan, pengolahan pasir besi dan kawasan ekonomi khusus.

Hal itu disampaikan, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kulonprogo Sudarto usai menggelar rapat tiga pilar antara eksekutif, legislatif dan partai, Rabu (15/7/2015). Menurut dia, keempat mega proyek tersebut merupakan gagasan yang dimunculkan para kader PDIP.

“Rencana pembangunan mega proyek tersebut sudah ada sejak Pak Toyo [bupati sebelumnya] menjabat. Maka, kami akan terus mendorong agar proyek tersebut dapat terealisasi di kepemimpinan pak Hasto [Bupati Kulonprogo],” ujar Sudarto.

Terkait dengan adanya kegagalan IPL Gubernur DIY yang ditolak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DIY, seluruh kader akan tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Sudarto mengungkapkan, akan menanti hasil keputusan final dan menghormati proses hukum atas kasasi yang diajukan di Mahkamah Agung.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Istana menambahkan, rencana pembangunan bandara harus terus dikawal bupati selaku kader partai serta wakil rakyat yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Bahkan, tidak hanya mengawal pembangunan bandara, tetapi juga tiga proyek lainnya.

“Harus saling berkomunikasi. Bukan lobi yang ditekankan, tetapi konsep yang harus terstruktur,” jelas Istana.

Wakil Ketua DPC PDIP Kulonprogo Sigit Hardiantoro menegaskan, akan mengawal rangkaian mega proyek, terutama kaitannya dalam ketenagakerjaan. Dia mengungkapkan, proyek pembangunan di kabupaten ini juga harus memberikan dampak yang baik bagi masyarakat. Terutama bagi masyarakat terdampak yang memiliki skala prioritas dalam potensi penyerapan tenaga kerja.

“Kami akan terus mengupayakan agar lapangan kerja juga menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar, tidak hanya peron,” imbuh Sigit.