Advertisement

LIBUR LEBARAN : Homestay Banjir Tamu

Bhekti Suryani
Rabu, 22 Juli 2015 - 14:20 WIB
Nina Atmasari
LIBUR LEBARAN : Homestay Banjir Tamu

Advertisement

Libur lebaran juga menjadi berkah bagi pengelola homestay

Harianjogja.com, BANTUL- Pemilik dan pengelola homestay di Bantul panen tamu. Selama libur Lebaran, okupansi hotel mencapai 100%.

Advertisement

Salah satu kawasan homestay yang paling banyak dituju wisatawan lebaran berada di Kecamatan Sewon yang merupakan daerah aglomerasi dan berbatasan langsung dengan Kota Jogja.

Salah satu pemilik homestay di Desa Wisata Tembi, Sewon, Petrus Wijiyantoro mengatakan, sejak H-3 Lebaran tempat penginapan sudah habis dipesan. "Kalau sekarang penuh 100%," ungkap Petrus, Selasa (21/7/2015).

Sebagian besar tamu menginap baru keluar pada 21 Juli atau hari terakhir libur lebaran. Namun sebagian lainnya bahkan bertahan hingga akhir bulan. Petrus menambahkan, penginapan di Tembi didatangi baik wisatawan nasional maupun mancanegera.

"Kebanyakan dari Jakarta, Surabaya, Semarang. Sedangkan dari manca seperti Australia, Jerman, Perancis dan Italia," paparnya.

Di Desa Wisata Tembi, tersedia 86 kamar homestay yang dapat ditempati wisatawan. Penginapan di kawasan selatan DIY itu menurutnya kian diminati lantaran menyajikan atmosfir pedesaan. Sementara lokasinya strategis karena tidak jauh dari pusat kota dan tidak jauh dari objek wisata pantai, kuliner serta kerajinan di Bantul.

Selain itu tarif yang dikenakan jauh lebih miring dibanding hotel berbintang di perkotaan. Pengelola menetapkan tarif mulai dari Rp350.000 hingga Rp500.000 semalam.

Okupansi 100% diprediksi terus berlanjut hingga Agustus, sebab bertepatan dengan momen penerimaan mahasiswa baru. "Kalau sudah musim kuliah, banyak orang tua dari luar daerah datang mengantar anaknya. Mereka sudah pesan penginapan jauh hari," lanjut Petrus.

Pemilik home stay lainnya di Sewon, Suharsono mengklaim berkali-kali menolak pesanan penginapan lantaran sudah penuh. Home Stay Kusuma miliknya di Jalan Parangtritis menyediakan lima rumah tinggal dan enam kamar, semuanya terisi penuh.

Penginapan di kawasan selatan ditengarai menjadi pilihan lantaran orang sudah bosan tinggal di kota. "Mereka datang dari kota-kota besar, inginnya menikmati suasana pedesaan, mungkin sudah jenuh dengan kota," kata Suharsono.

Padahal ia mengklaim tak gencar berpromosi lewat internet. Homestay yang baru dibangun itu hanya dipromosikan dari mulut ke mulut. Setelah libur lebaran, homestay bakal kembali ramai pada Agustus. "Bahkan sebulan sebelum Agustus tamu sudah pesan penginapan," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi

Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi

News
| Sabtu, 04 April 2026, 23:47 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement