WISATA BUDAYA JOGJA : Candi Boko Gelar Festival Musik dan Seni

Wisatawan mengunjungi objek wisata Candi Ratu Boko, Sabtu (25/7 - 2015). (Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati)
26 Juli 2015 23:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :

Wisata budaya Jogja di Candi Boko dimeriahkan dengan festival musik dan seni untuk meramaikan kunjungan

Harianjogja.com, SLEMAN-Tingkat kunjungan ke objek wisata Candi Ratu Boko tergolong rendah. Selama ini objek wisata candi paling favorit masih dipegang Candi Prambanan. Untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata, pengelola Candi Boko menarik wisatawan dengan menampilkan sebuah pertunjukan. Salah satunya Ratu Boko Art and Music Festival yang digelar baru-baru ini.

"Ini [Ratu Boko Art and Music Festival] baru pertama kali dilakukan di sini. Tujuannya untuk mengenalkan Candi Boko karena selama ini yang berwisata ke sini masih sedikit. Padahal pemandangan di sini tak kalah menarik," kata Kepala Departemen Pemasaran PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, Ratu Boko, Emilia Eny Utari, Sabtu (25/7/2015).

Salah satu kegiatan yang dilakukan untuk menarik pengunjung adalah festival seni dan musik. Sudah sejak Kamis (23/7/2015) Candi Ratu Boko diramaikan dengan pameran. Di antaranya pameran batik tulis, batu akik, aneka olahan khas Jogja secara khusus Sleman, pameran lukisan, juga penampilan angklung dari siswa-siswa SD. Dan sebagai puncak acara, pada Sabtu malam digelar konser musik jazz yang mendatangkan artis Tri Utami.

"Kami ingin memberi suguhan menarik," kata Emil lagi. Dari kegiatan itu, panitia menargetkan dapat menambah tingkat kunjungan hingga 15%.

Kepala Unit Candi Ratu Boko Saryana menyampaikan, kunjungan pada hari biasa berkisar 2.500 wisatawan. "Semoga dengan festival ini bisa naik 20.000 wisatawan selama festival dilakukan," kata dia. Art and Music Festival Candi Ratu Boko digelar hingga Minggu (26/7/2015).

Salah satu hal yang menjadi kendala pengelola tak lain adalah soal akses jalan. Meski telah mengalami perbaikan namun akses jalan melalui jalan belakang yang mengharuskan wisatawan berputar mengelilingi sawah dan memasuki jalan perkampungan, membuat wisatawan tak banyak mengetahuinya. "Ya kami menunggu bantuan dari Pemda Sleman terkait akses jalan ini," katanya.

Beruntung, ada shuttle bus dari Candi Prambanan menuju ke Candi Ratu Boko. Saryana mengungkapkan, bus yang menawarkan wisata satu paket Candi Prambanan-Ratu Boko ini setidaknya mampu meningkatkan kunjungan hampir 50%.