Advertisement
PILKADA BANTUL : Mantan PNS Bantul Punya Cara Unik Serukan Pilkada Adil
Advertisement
Pilkada Bantul mendapatkan perhatian serius dari seorang mantan PNS. Ia memasang spanduk di mobilnya
Bisnis.com, BANTUL- Saat beberapa Pegawai Negeri Sipil (PNS) sibuk mengikuti pembekalan dan penjaringan dukungan oleh pasangan calon (paslon) tertentu, tidak dengan pensiunan PNS yang satu ini.
Advertisement
Ngadiyo, nama lengkapnya. Pensiunan Satpol PP Bantul itu dengan percaya dirinya memarkir mobil Toyota Hartop miliknya di depan gedung DPRD Bantul. Selain warnanya yang merah menyala, mobilnya itu sontak menyita perhatian publik lantaran spanduk besar berwarna putih dengan tulisan yang juga berwarna merah.
‘Suharsono-Bu Idham, Anda Siap Jadi Bupati Bantul yang Jujur Tidak Korupsi? Oke’. Kalimat itu dengan tegas terpampang di spanduk besar yang dipasang hingga menutupi sebelah sisi mobilnya.
Tak cukup dengan kalimat itu saja, Ngadiyo masih menambahkan aksi propagandanya dengan selembar papan tripleks dengan huruf warna putih. ‘Bu Idham-Suharsono Anda Siap Menang-Kalah? Yes’. Begitu kalimat yang ia tulis di atas papan triplek itu.
"Jangan sombong ketika menang dan yang kalah jangan mengamuk. Berilah pendidikan politik bagi masyarakat Bantul secara baik," tegasnya.
Sebagai mantan PNS, ia berharap kedua paslon kali ini bisa ikut mendidik kedewasaan masyarakat dalam berdemokratisasi. Ia ingin, paslon itu memberikan teladan akan netralitas. “Terutama PNS,” katanya.
Selain itu, ia pun berharap masing-masing paslon untuk bisa legowo menerima hasil pemilihan. Ia tak ingin Pilkada tahun ini nantinya justru hanya memunculkan perpecahan di segala sektor.
“Tentu saja. Satu-satunya untuk menciptakan iklim seperti itu adalah bertarung secara fair.
Diingatkannya, khusus untuk paslon petahana untuk tidak memanfaatkan jaringannya di dibirokrasi dan pemerintahan dalam menggalang dukungan. Sebagai mantan PNS, ia tentu tahu betul bagaimana hidup di bawah bayang-bayang politik dinasti.
Baginya, politik dinasti itu sangat membahayakan masa depan masyarakat Bantul. Koalisi, Korupsi, dan Nepotisme, ditegaskannya sudah harus berakhir. "Politik dinasti akan sangat berbahaya bagi kesejahteraan rakyat Bantul. Tindak KKN pasti potensial terjadi," seru warga Gedongkuning, Banguntapan ini.
Aksi Ngadiyo itu benar-benar menyita perhatian publik yang kebetulan melintas di depan Gedung DPRD Bantul. Salah satunya adalah Indri. Siswa salah satu SMA negeri yang kebetulan melintas, sampai harus berhenti lantaran penasaran dengan ulah Ngadiyo itu.
“Saya biasa pulang sekolah lewat sini. La ini kaget ada mobil dengan tulisan begitu,” cetusnya.
Dengan perlahan, gadis berkerudung itu membaca tulisan di spanduk yang terpasang di sisi sebelah mobil Ngadiyo. Dengan nada tegas, ia pun membenarkan bunyi kalimat itu. “Saya setuju, Mas. Memang harus seperti itu,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
- Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement




