Advertisement
Kawasan Karts Gunungsewu Masuk Penilaian Jaringan Geopark Asia Pasifik
Advertisement
Kawasan Karts Gunungsewu Gunungkidul akan dinilai untuk jaringan geopark tingkat asia pasifik.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus berupaya mengenalkan kawasan karts Gunungsewu ke mancanegara.
Advertisement
Setelah kegagalan masuk dalam jaringan geopark dunia di tahun lalu, kali ini bentang alam di tiga kabupaten, Gunungkidul, Wonogiri dan Pacitan itu akan dimasukkan dalam jaringan geopark tingkat asia pasifik.
Rencananya penilaian akan dilakukan di Jepang pada 15-20 September mendatang. Segala persiapan pun telah dilakukan sehingga pemerintah pun optimistis kawasan Gunungsewu bisa masuk dalam jaringan tersebut.
Sekretaris Daerah Gunungkidul Budi Martono mengatakan, berbagai persiapan dilakukan guna memasukan kawasan karts Gunungsewu dalam situs jaringan Geopark Asia Pasifik. Adapun persiapan tersebut antara lain dengan melakukan perbaikan terhadap sembilan catatan dari perwakilan UNESCO yang berkunjung di 2014 lalu.
“Kami sudah siapkan dan yakin bisa masuk dalam jaringan geopark di Asia Pasifik,” kata Budi kepada awak media, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (11/8/2015).
Dia menjelaskan, beberapa catatan tersebut antara lain penyederhanaan manajemen geopark, ada juga mengenai penguatan kerja sama lintas kabupaten, provinsi dan tiga kementerian.
“Semua sudah kita perbaiki, tandatangan lintas pemerintahan juga sudah dibukukan. Sosialisasi ketigabelas sekolah di sekitar kawasan serta pemasangan papan informasi di sekitar situs juga telah dilakukan,” ujar pria berkacamata ini.
Dia menambahkan, sebagai kabupaten dengan kawasan bentang karts paling luas di Gunungkidul ada 13 situs geopark. Sesuai dengan desain penataan kawasan selama lima tahun ke depan, pengembangannya dilakukan secara terintegrasi di keseluruhan situs.
“Harapannya manfaat yang diperoleh tidak hanya warga atau kelompok yang tinggal di sekitar situs, tapi bisa dirasakan oleh masyarakat umum secara luas,” tutur Budi.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan, upaya perampingan manajemen telah dilakukan dengan menunjuk Sekda Gunungkidul sebagai General Manager. Dalam menjalankan tugas tersebut, sekda akan dibantu oleh asisten yang berasal dari Sekda Wonogiri dan Pacitan.
Menurut Hary, berdasarkan catatan dari Presiden Asia Pasific Geopark Network (APGN) Prof Ibrahim komo ada tiga catatan yang butuh penguatan, salah satunya perampingan manajemen yang terlalu luas. Dia mengatakan, proses perbaikan sendiri sudah selesai dan berkasnya akan dikirim ke asosiasi.
“Kita juga sudah membuat pendokumentasian sebagai bukti perbaikan dari catatan yang ada,” tutur Hary.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
- Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement




