Advertisement
KECELAKAAN LAUT : Perahu Terbalik, Nelayan Patah Tulang
Advertisement
Kecelakaan laut yang terjadi di Gunungkidul mengakibatkan dua nelayan mengalami luka parah.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Perahu milik nelayan Pantai Baron, hancur akibat dihantam ombak. Dua orang nelayan yang berada di atas kapal, mengalami luka parah dan kini dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari.
Advertisement
Sekretaris tim Search And Rescue (SAR) wilayah II Pantai Baron, Surisdiyanto mengatakan akibat insiden yang terjadi pada Senin (24/8/2015) sekitar pukul 07.30 WIB pagi mengakibatkan hasil tangkapan berupa berbagai jenis ikan segar dengan bobot sekitar 1 kuintal, tumpah dan tidak dapat diselamatkan lagi.
Dua orang nelayan yang menjadi korban, salah satunya, Andri warga Dusun Karanglor, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari berusia 27 tahun. Ia mengalami luka retak pada kaki kiri karena terhantam badan perahu yang terbalik. Korban yang kedua, Wakidi, warga Dusun Tenggang, Desa Kemadang Kecamatan Tanjungsari, lelaki berusia 45 tahun ini mengalami luka pada beberapa tubuhnya.
Kejadian berawal ketika kedua nelayan akan mendarat setelah semalam melaut untuk mencari tangkapan ikan. Sekitar 30 meter dari bibir pantai, mesin perahu mendadak mati.
"Kedua nelayan ini sebenarnya sedang melakukan perbaikan, tetapi tiba-tiba datang ombak besar dan langsung menghantam kapal itu hingga terbalik,” jelasnya.
Kedua nelayan ini, sambungnya, mengaku ombak besar yang datang mendadak dan langsung menghantam perahu, menyebabkan keduanya tidak sempat menyelamatkan diri. Hantaman ombak membuat perahu langsung terbalik, dan kedua nelayan ini terlempar beberapa meter. Sayangnya, saat mereka berupaya menyelamatkan diri, ombak yang jauh lebih besar kembali menghantam badan kapal dan mengenai tubuh kedua nelayan.
"Dengan kondisi luka, nelayan ini masih sempat menyelamatkan diri dengan berenang, ke pinggir pantai, sebelum Tim SAR datang untuk memberikan pertolongan," imbuhnya.
Kedua nelayan ini kemudian berhasil diselamatkan dan dibawa ke pinggir pantai oleh SAR, untuk selanjutnya dilarikan ke RSUD Wonosari untuk mendapatkan perawatan medis. Sedangkan tubuh perahu yang sebagian besar sudah rusak, dievakuasi ke pinggir pantai.
Salah satu korban, Wakidi yang dirawat di RSUD Wonosari mengaku kondisinya sudah membaik, setelah mendapatkan perawatan medis. Meski masih merasakan sakit di bagian punggung.
Sejak berangkat melaut pada Minggu (23/8/2015) sore, ia meyakini tidak ada tanda-tanda gelombang laut tinggi. Selama di tengah laut gelombang juga terasa landai.
Wakidi kini pasrah dan mengikhlaskan hasil tangkapan ikan sekitar 1 kuintal yang hilang.
"Saya tidak berpikir lagi soal ikan hasil tangkapan, yang penting kami selamat, meski mengalami luka,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement




