Advertisement
TNI AU : Elang Khatulistiwa Getarkan Langit Jogja
Advertisement
TNI AU, pesawat tempur Hawk keliling DIY untuk jaga kedaulatan udara.
Harianjogja.com, SLEMAN - Lima pesawat tempur Hawk 109/209 dari Skuadron Udara 1 Lanud Supadio Pontianak menggetarkan langit Jogja pada Rabu (23/9/2015) siang. Alutsisa skuadron tempur berjuluk Elang Khatulistiwa itu keluar dari sarang untuk menjaga kedaulatan udara di wilayah Panglima Komando Operasi I termasuk DIY dan sekitarnya.
Advertisement
Kepala Penerangan dan Perpustakaan Lanud Adisutjipto Jogja Mayor Hamdi Londong menjelaskan, lima Hawk 109/209 melintasi langit Jogja sekitar pukul 11.00 WIB. Melakukan terbang rendah dua kali dari timur ke barat berbelok ke utara lalu ke selatan. Selanjutnya kelima pesawat buatan British Aerospace Inggris itu landing di Lanud Adi Soemarmo Solo.
"Terbang rendah dua kali, ada lima pesawat tempur," ungkap Londong, Kamis (24/9).
Ia menambahkan pesawat itu berasal dari Skuadron Udara 1 Lanud Supadio Pontianak. Mereka sedang menjalankan misi jelajah dan pengamanan kedaulatan udara di wilayah timur Indonesia. Misi yang melibatkan sejumlah penerbang tempur itu dipimpin langsung oleh Komandan Skuadron Udara 1 Lanud Supadio Letkol Pnb Bagus Harijadi.
Pesawat itu keluar dari markasnya sejak Selasa (22/9) untuk melakukan pengamanan udara. Dengan rute dari Lanud Supadio menuju Lanud Rembiga Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bandara Internasional Lombok (BIL). Setelah melakukan beberapa kali terbang rendah melakukan pengamanan di wilayah udara NTB, pada Rabu (23/9) menuju Lanud Adi Soemarmo, Solo. Tetapi sebelum landing Hawk 109/209 lebih dahulu melakukan pengamanan udara di wilayah DIY, Jawa Tengah dan sisi selatan Pulau Jawa hingga kawasan .
"Baru kemudian mendarat di Solo setelah melakukan patroli udara," ungkapnya.
Setelah mendarat di Solo, lanjutnya, hari berikutnya pesawat kembali melanjutkan perjalanan menuju Lanud Husein Sastranegara Bandung untuk melakukan jelajah udara. "Rata-rata terbang rendaha untuk wilayah tertentu seperti DIY kemarin antara 1.000-1.300 kaki," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
Advertisement
Advertisement




