Jelang Penetapan Calon, Panitia Pilur Diminta Cermati Aturan
Panitia Pilur di Gunungkidul diminta memahami tata tertib pemilihan untuk mencegah kisruh menjelang penetapan calon lurah.
Salah seorang peserta ICG 2015 berusaha menakhlukan tebing di Pantai Siung, Sabtu (7/11/2015). (Harian Jogja/David Kurniawan)
99 atlet panjat tebing meriahkan Indonesian Climbing Gathering 2015
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Sedikitnya ada 99 atlet dari berbagai daerah ikut dalam kegiatan Indonesian Climbing Gathering 2015 di Pantai Siung yang berlangsung mulai Jumat (6/11/2015) hingga Sabtu (7/11/2015).
Kegiatan ini selain menarik minat pecinta olahraga panjat tebing, juga untuk mempromosikan pariwisatan di kawasan tersebut.
Salah seorang peserta, Susanto mengaku antusias mengikuti kegiatan ICG 2015. Ia mengaku sudah mengikuti kegiatan ini sejak enam tahun yang lalu. “Sangat menantang dan sensasinya sangat berbeda jika dibandingkan dengan memanjat di tebing buatan,” kata Santo kepada Harian Jogja, Sabtu (7/11/2015).
Dia menjelaskan, meski tebing yang didaki tidak mengalami perubahan, namun penyelenggaraan tahun ini tidak banyak hambatan. Di tahun lalu, para atlet agak kesusahan karena saat itu sudah turun hujan.
“Mungkin bedanya hanya di upaya pendakian saja. Kalau tahun lalu medannya agak licin karena guyuran hujan,” ungkap atlet asal Kulonprogo ini.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Triyanto. Menurut dia, tebing yang di Pantai Siung memiliki karakter unik dan berbeda dengan yang ada di tempat lain. Dia pun merasa puas bisa menaklukan tantangan yang ada di sana.
“Di sini [Pantai Siung] ada empat lokasi pemanjatan. Masing-masing titik memiliki tingkat kesulitan sendiri-sendiri,” ujar Triyanto.
Menurut dia, selain area panjat yang ekstrim, para peserta ICG juga disuguhi indahnya pemandangan di Pantai Siung. Hal inilah yang menjadi salah satu daya tarik tersendiri, sehingga banyak peserta yang terus ikut agenda tahunan ini.
“Selain memanjat, sebenarnya saya ingin coba skyline [berjalan di atas seutas tali] sayangnya untuk tahun ini, fasilitas olahraga itu tidak ada lagi,” aku Triyanto.
Ketua Panitia ICG 2015 Agus Fitriyanto mengatakan, kegiatan panjat tebing di Pantai Siung merupakan agenda tahunan yang digelar sejak 2006 lalu. Acara tersebut terselenggara berkat kerja sama antara Dinas Pariwisata DIY, Pengurus Provinsi Federasi Panjat Tebing Indonesia DIY, dan Pengurus Cabang FPTI Gunungkidul.
“Hingga hari ini [kemarin] semua berjalan lancar. Medan juga tidak licin seperti yang terjadi di tahun lalu,” kata Agus.
Dia menjelaskan, ICG 2015 menampilkan beberapa atlet panjat tebing dari beberapa provinsi seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan DIY sebagai tuan rumah. Agenda ini, selain sebagai kegiatan olahraga, juga untuk memromosikan pariwisata di Gunungkidul, khususnya Pantai Siung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panitia Pilur di Gunungkidul diminta memahami tata tertib pemilihan untuk mencegah kisruh menjelang penetapan calon lurah.
Nadiem Makarim menjalani sidang perdana banding kasus Chromebook. Tim kuasa hukum meminta majelis hakim mengkaji ulang putusan pengadilan tingkat pertama.
Dishub DIY menanggapi keluhan asap hitam Trans Jogja. Sebanyak 74 persen armada berusia di atas 7 tahun dan tetap menjalani perawatan rutin.
Nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di tengah penguatan dolar AS dan penantian data PDB Indonesia.
BNNK Temanggung dan Bapas Kelas II Magelang menandatangani kerja sama untuk memperkuat program P4GN, rehabilitasi, dan pencegahan narkoba.
KPK memantau usulan pembentukan badan khusus pengelola aset rampasan dalam pembahasan RUU Perampasan Aset dan meminta efektivitasnya dikaji.