Advertisement

PEMKAB GUNUNGKIDUL : 2 Gapura & 2 Taman Dibangun, Seperti Apa?

Sabtu, 05 Desember 2015 - 05:20 WIB
Mediani Dyah Natalia
PEMKAB GUNUNGKIDUL : 2 Gapura & 2 Taman Dibangun, Seperti Apa?

Advertisement

Pemkab Gunungkidul membangun gapura dan taman sesuai dengan potensi lokal.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pembangunan taman di area gapura perbatasan Gunungkidul akan disesuaikan dengan konteks kelokalan yang ada. Hal ini dilakukan untuk mengenalkan dan memaksimalkan potensi yang ada di kawasan tersebut.

Advertisement

Di akhir tahun ini, ada dua gapura dan dua taman yang dibangun pemerintah Gunungkidul. Fasilitas itu dibangun di daerah perbatasan yang ada di Desa Sambirejo, Kecamatan Ngawen dan di Desa Candirejo, Kecamatan Semin.

Kepala Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan Gunungkidul Irawan Jatmiko mengatakan, sepintas tidak ada yang beda dengan pembangunan gapura. Namun yang membedakannya terletak dalam konsep pembangunan taman, karena satu taman dengan taman yang lainnya tidak akan sama.

“Kami akan mengedepankan konteks lokal. Misalnya yang ada di Ngawen akan dilengkapi patung caping di atasnya terdapat sebuah canting [alat untuk membatik]. Sedangkan di Semin akan dibangun patung orang sedang memahat batu,” kata Irawan kepada wartawan, Jumat (4/12/2015).

Dia menjelaskan, pembangunan patung disesuaikan dengan potensi yang dimiliki di wilayah masing-masing. Misalnya untuk Kecamatan Ngawen terkenal dengan sentra kerajinan batik, sedang di Semin terkenal dengan hasil batu alamnya.

“Konsep ini sudah kami terapkan saat pembangunan gapura di Patuk. Di sana ada patung topeng yang merupakan salah satu ikon di kecamatan tersebut,” ujarnya.

Irawan menambahkan, di tahun depan ada usulan pembangunan gapura yang sama di kawasan perbatasan yang ada di Girisubo dan Purwosari. Namun, ia menegaskan, pembangunan tersebut tergantung upaya pemkab untuk pembebasan lahan untuk lokasi gapura.

“Pada intinya siap, tapi untuk prosesnya kami serahkan ke pemkab, karena kami hanya membangun taman saja. Sama halnya dengan pembangunan taman yang lain, untuk ikon pembangunan patung disesuaikan dengan potensi yang ada,” imbuh Irawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Korban Luka di UEA Tembus 217, WN Rusia Ikut Terdampak

Korban Luka di UEA Tembus 217, WN Rusia Ikut Terdampak

News
| Minggu, 05 April 2026, 04:27 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement