Advertisement
PENATAAN MALIOBORO : Jalan Malioboro Dikelilingi Pagar Besi
Advertisement
Penataan Malioboro pada musim liburan akhir tahun ini, trotoar dipasang pagar besi
Harianjogja.com, JOGJA-- Ada pemandangan baru saat melewati Malioboro. Trotoar mulai dari kawasan parkir Abu Bakar Ali hingga depan DPRD DIY sekarang tertutup pagar besi yang membatasi antara area pejalan kaki dan jalan raya.
Advertisement
Pagar besi berwarna merah itu diletakkan setengah meter dari bibir trotoar di sisi barat dan timur jalan Malioboro. Jarak antara satu dengan yang lainnya saling berimpitan dan hanya ada celah di setiap jalur zebra cross dan pintu masuk ke instansi. Mau tak mau masyarakat yang ingin menyeberang pun harus bejalan memutari pagar.
Meskipun sedikit merepotkan, salah satu pengunjung kawasan Malioboro Arif Syamsudin, 28, Minggu (27/12/2015) menilai langkah ini mampu memaksa pejalan kaki untuk tertib saat menyeberang. Selain itu dia menilai keberadaan pagar ini juga cukup efektif membuat Malioboro tampak lebih rapi walaupun sepintas malah terlihat kaku.
“Kalau dibandingkan yang sudah dipagari dan belum kan kelihatan lebih rapi. Tapi kesannya memang jadi kaku soalnya seperti dipenjara karena bentuk pagarnya,” ujar dia.
Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Malioboro Syarif Teguh mengatakan pemasangan pagar pembatas ini sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu. Tujuannya adalah untuk merapikan kawasan Malioboro sekaligus memperlancar lalu lintas di sepanjang kawasan itu.
Syarif menjelaskan pada saat ramai, lalu lintas di sepanjang Malioboro kerap kali tersendat karena banyaknya pejalan kaki yang menyeberang sesukanya. Akibatnya kendaraan yang melintas harus berhenti setiap beberapa meter sekali. Belum lagi resiko kecelakaan yang tinggi bila ada pejalan kaki yang nyelonong menyeberang tidak pada tempatnya.
“Jadi memang sengaja dipasang utnuk penataan agar pejalan kaki juga menyeberang pada tempatnya dan motor tidak parkir sampai pinggir,” ujar dia.
Pilihan penggunaan pagar besi ini menurutnya dilakukan berdasarkan pengalaman yang sudah terjadi selama ini. Sebelumnya UPT Malioboro sempat memberikan batas dengan tali dan pembatas lain namun hasilnya tak efektif. Pagar besi portabel ini pun diharapkan bisa menjadi solusi penunjang ketertiban di Malioboro.
Syarif menambahkan pihaknya berencana memperpanjang pagar besi ini hingga sepanjang jalan Malioboro. Selain itu keberadaan pagar pembatas ini akan dipertahankan hingga jangka waktu yang belum ditentukan.
“Enggak cuma pas liburan saja, kalau bisa ya seterusnya juga,” tandas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
- Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement




