Advertisement
ORMAS GAFATAR : Cuci Otak Ala Gafatar Sulitkan Penyidik
Advertisement
Ormas Gafatar memiliki sistem organisasi yang ketat, sehingga penyidik Polda DIY harus mengorek keterangan dari dua tersangka
Harianjogja.com, SLEMAN - Tim penyidik Ditreskrimum Polda DIY terus berupaya mengorek keterangan dari dua tersangka, Eko Purnomo dan Veni Orinanda yang juga perekrut dokter Rica. Doktrin ormas Gafatar melekat kuat di keduanya membuat tim penyidik harus memiliki banyak strategi untuk memeriksa mereka.
Advertisement
Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY AKBP Djuhandhani menegaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan, Eko dan Veni merupakan anggota ormas Gafatar. Tetapi sejauh mana sepak terjangnya di ormas itu terutama dalam perekrutan anggota eksodus, hal itu masih dilakukan penyelidikan.
Saat diperiksa Eko pernah mengaku sebagai sekretaris Gafatar tapi di lain waktu juga menyampaikan bahwa sudah tidak aktif. "Keterangan berubah-ubah, tapi dia anggota Gafatar," kata dia saat ditemui di ruangan, Rabu (13/1/2016).
Keaktifan di organisasi itu membuat Eko berkukuh pada pendirian akan ajaran ormas. Djuhandhani menilai, kedua tersangka telah mendapatkan doktrin kuat yang sangat luar biasa. Sehingga menjadi kendala bagi penyidik untuk menelisik lebih jauh peran Eko secara luas dalam pusaran kasus tersebut. Akibatnya, polisi belum mendapatkan data terkait siapa saja yang direkrut Eko.
Menurutnya Veni pun demikian, saking kukuhnya akan doktrin yang diterima dalam ajaran ormas itu bahkan ia tampak merasa tidak menyesal atau menangis meski dipenjara hingga berpisah dengan anak balitanya. Setelah resmi ditahan, balita Eko dan Veni diserahkan kepada keluarga mereka di Boyolali.
"Ini apakah doktrin mereka terlalu kuat atau rasa tertekan karena berstatus tersangka? Menurut saya doktrinnya luar biasa ini," ujarnya.
Oleh karena itu Polda DIY akan menunggu hasil pemeriksaan psikologi yang rencananya akan dilakukan tim dari Mabes Polri, Kamis (14/1/2016) hari ini, baik kepada kedua tersangka maupun korban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
- Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement




