Advertisement

PERIKANAN BANTUL : DKP Bantul Fasilitasi Warga Jadi Nelayan, Tersedia Biaya Operasional

Redaksi Solopos
Minggu, 17 Januari 2016 - 09:20 WIB
Mediani Dyah Natalia
PERIKANAN BANTUL : DKP Bantul Fasilitasi Warga Jadi Nelayan, Tersedia Biaya Operasional

Advertisement

Perikanan Bantul untuk jumlah nelayan terus ditingkatkan.

Harianjogja.com, BANTUL- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul siap memfasilitasi warga di daerah itu yang berminat menjadi nelayan untuk menangkap ikan di pantai selatan.

Advertisement

"Kami ada program regenerasi nelayan, jadi kalau ada orang-orang yang berminat jadi nelayan bisa kami magangkan dan ikutkan berlayar bersama nelayan," kata Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan Tangkap DKP Bantul Yus Warseno seperti dikutip dari Antara, Sabtu (16/1/2016).

Menurut dia, regenerasi nelayan pantai selatan Bantul perlu dilakukan sebagai penerus sumber daya manusia (SDM) penangkap ikan laut di lepas pantai, sebab diakui nelayan yang aktif saat ini mayoritas sudah tua dan hanya sedikit yang muda.

Berkaitan dengan hal itu, pihaknya membuka kesempatan seluas-luasnya kepada warga Bantul yang berminat menjadi nelayan bisa mendaftarkan melalui DKP, supaya nantinya bisa dilatih dan dimagangkan ke perahu nelayan.

"Kami tidak target berapa orang, namun membuka sebanyak-banyaknya, bukan hanya warga pesisir saja, namun dari seluruh 17 kecamatan silakan daftar, karena kalau hanya terpaku wilayah pesisir orangnya itu-itu saja," katanya.

Yus Warseno mengatakan setidaknya butuh waktu tiga hari berturut-turut untuk melatih dan mengikutkan calon nelayan melaut bersama nelayan berpengalaman.

Selama magang tersebut, katanya, baik operasional maupun biaya lain-lain ditanggung instansinya.

"Untuk perahu dari nelayan, nelayan kami fasilitasi dapat honor, karena dia membawa nyawa juga, sehingga sudah kami asuransikan juga, kami sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah nelayan ahli yang bersedia melatih," katanya.

Ia mengatakan setelah mendapat pelatihan dan magang ke perahu nelayan, maka calon nelayan bisa memanfaatkan kemampuan sendiri dengan ikut kelompok nelayan yang ada maupun menjadi nelayan mandiri dengan membeli perahu motor tempel.

"Tahun lalu kami juga memfasilisasi sekitar 20 calon nelayan, secara teknik mereka sudah menguasai, namun belum berani menahkodai perahu sendiri, tetapi paling tidak sudah berani naik dan sudah familier dengan laut," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan

Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan

News
| Minggu, 05 April 2026, 05:17 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement