BANTUAN SISWA MISKIN : Lika-Liku Siswa Penerima Bantuan Kartu Menuju Sehatera di Jogja...

Ilustrasi beasiswa (JIBI/Solopos - Dok.)
01 Februari 2016 13:20 WIB Jogja Share :

Bantuan siswa miskin dalam program Kartu Menuju Sejahtera di Jogja penuh lika-liku

Harianjogja.com, JOGJA -- Kartu Menuju Sejahtera terutama untuk memperoleh pendidikan dasar tak lantas membuat pemegangnya mendapatkan perlakuan berbeda. Meskipun begitu selalu ada rasa curiga terarah pada pemegang KMS, terlebih ada beberapa keuntungan yang sempat bisa disalahgunakan.

Salah satu kelebihan KMS yang rawan disalahgunakan adalah nilai standar untuk masuk yang relatif rendah. Nilai minimal untuk pendaftar jalur KMS adalah nilai rata-rata ujian akhir nasional SD di kota Jogja.

Dibandingkan dengan rata-rata nilai siswa yang masuk lewat jalur reguler di SMP favorit, nilai rata-rata kota terpaut cukup jauh. Celah inilah yang terkadang dimanfaatkan untuk menembus persaingan ketat untuk masuk SMP favorit.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP 8 Jogja, Samidi di ruang kerjanya Jumat (29/1/2016) mengatakan indikasi semacam itu sempat terjadi beberapa kali sejak KMS diperkenalkan. Apalagi sebelum tahun ajaran 2014/2015 belum ada aturan rata-rata nilai Kota Jogja bagi calon siswa didik penguna KMS yang ingin masuk SMP favorit.

“Ada yang orangtuanya mampu, tapi kakek atau neneknya memegang KMS, anaknya lalu dititipkan. Saat mendaftar otomatis calon siswa itu terdaftar sebagai pemegang KMS,” kata dia.

Kondisi serupa terjadi pula di SMP 5 Jogja. Guru Bimbingan Konseling SMP 5, Dwi Nuryani mengatakan sempat ada siswa yang masuk dengan rata-rata nilai jauh di bawah standar dengan menggunakan KMS. Mau tak mau siswa itu harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalannya dengan siswa lain yang bersaing ketat.

“Malah jadi kasihan dengan siswanya karena mengejarnya jauh. Untungnya masih bisa mengikuti dengan cukup baik,” kata dia.