Pilur Serentak Gunungkidul Terancam Molor, Panitia Belum Bisa Dibentuk
Pembentukan panitia Pilur di 31 kalurahan Gunungkidul masih menunggu juklak dan juknis.
Ilustrasi bencana alam ranah longsor (JIBI/Solopos/Dok.)
Longsor Gunungkidul mengintai enam kecamatan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -Memasuki puncak musim hujan yang diprediksi terjadi hingga akhir Februari, masyarkat diminta untuk terus waspada adanya bahaya longsor. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi risiko terjadi musibah itu, misalnya dengan pemasangan early warning system (EWS) di sejumlah titik, atau dengan membentuk desa siaga bencana.
Sayangnya pembentukan desa siaga bencana atau pemasangan EWS belum bisa mencakup seluruh wilayah yang berpotensi longsor. Untuk peringatan dini longsor, dari kebutuhan 300an EWS baru terpasang 63 unit, sedang pembentukan desa siaga bencana baru ada 25 desa.
“Semua dilaksanakan bertahap, misal di tahun ini ada tambahan program desa siaga bencana di delapan desa,” katanya, Kamis (4/2/2016)
Lebih jauh dikatakan Budhi, potensi longsor yang terjadi sangat tergantung dengan curah hujan. Semakin tinggi curah hujan, maka potensi terjadi longsor juga semakin tinggi. Kendati demikian, musibah longsor tidak bisa diprediksi dan lokasinya juga tidak menentu.
“Untuk antisipasi kami terus melakukan pengecekan di titik-titik yang berpotensi longsor. Saya berharap potensi longsor itu bisa dideteksi sejak dini,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembentukan panitia Pilur di 31 kalurahan Gunungkidul masih menunggu juklak dan juknis.
Kokola menghadirkan produk eksklusif baru di Jakarta Fair 2026 dengan promo hemat, permainan berhadiah, dan grand prize bersama Mamah Dedeh.
Tradisi Mubeng Beteng 1 Sura 2026 kembali digelar di Keraton Jogja. Simak jadwal, titik keberangkatan, aturan peserta, dan rangkaian acaranya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 15 Juni 2026 tersedia sejak pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap keberangkatan terbaru.
Piala Dunia 2026 memicu polemik setelah 13 federasi sepak bola dunia mengecam komentar Presiden UEFA Aleksander Ceferin soal format baru turnamen.
Penguatan IHSG dan rupiah dinilai Danantara mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia dan kinerja BUMN.