PEMKAB KULONPROGO : 21 Puskesmas Ditarget Terakreditasi, Ini Langkahnya

Ilustrasi Puskesmas (Dok - JIBI)
08 Februari 2016 08:20 WIB Redaksi Solopos Kulonprogo Share :

Pemkab Kulonprogo memiliki cara menghadapi MEA.

Harianjogja.com, KULONPROGO - Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, menargetkan 21 puskesmas terakreditasi supaya memenuhi standar pelayanan sehingga bisa melayani Jaminan Kesehatan Nasional.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo Bambang Haryatno mengatakan pada 2015, pihaknya mengusulkan delapan puskesmas untuk diakreditasi.

Tapi pada awal Desember 2015, empat puskesmas yang telah diakreditasi, kemudian empat puskesmas diakreditasi pada Januari 2016.

"Pada 2015, kami mentargetkan delapan puskesmas diakreditasi. Tetapi, dari delapan yang kami usulkan, pada awal Desember 2015, baru empat yang dinilai. Empat yang dinilai lulus semua, yakni tiga puskesmas dasar dan satu puskesmas berstatus madya yakni Puskesmas Sentolo I, Galur II, Samigaluh, dan Pengasih II ," kata Bambang seperti dikutip dari Antara, Minggu (7/2/2015).

Ia mengatakan pada Januari, empat puskesmas yang dinilai yakni Puskesmas II Sentolo, Puskesmas Girimulyo I, Puskesmas Panjatan II dan Puskesmas Wates.

"Persiapannya sangat luar bisa. Kami juga menyiapkan manajemen perorangan, bagaimana manajemen pelayanan perorangan baik di pelayanan umum, poli, gigi dan klinik ibu dan anak. Sistemnya harus bermutu dan sesuai standar," kata dia.

Menurut dia, akreditasi puskesmas ini sangat diperlukan, utamanya untuk menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

"Akreditasi ini untuk standarisasi pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Diharapkan kepuasan masyarakat atas pelayanan puskesmas meningkat," katanya.

Anggota Komisi IV DPRD Kulonprogo Agung Raharjo mendukung adanya akreditasi puskesmas. Ia berharap pemeritah kabupaten meningkatkan pelayanan kesehatan di tingkat bawah.

"Selama ini, banyak keluhan masyarakat atas pelayanan kesehatan di tingkat bawah yang belum memenuhi standar. Kami berharap, akreditasi dapat meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," katanya.