SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Iluistrasi perawatan pasien DBD. (JIBI/Solopos/Antara/Syaiful Arif)
Kasus DBD Sleman harus diwaspadai terutama di 12 kecamatan yang tergolong endemis
Harianjogja.com, SLEMAN- Hingga kini 12 kecamatan di Sleman masih belum memenuhi standar angka bebas jentik (ABJ). Kondisi tersebut harus diantisipasi oleh masyarakat untuk mewaspadai penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, kasus DBD setiap pekan terus mengalami peningkatan. Hingga kini lebih dari 50 orang terkena penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aides Aegypti itu. Diskes mencatat, satu penderita DBD yang dinyatakan meninggal.
Menurut Kepala Dinkes Sleman Mafilindati Nuraini, penyebaran DBD tidak lepas dari masalah banyak kecamatan yang belum memenuhi standar 95% AJB. Adapun 12 kecamatan yang dimaksud di antaranya Gamping, Godean, Depok, Kalasan, Ngemplak, Sleman, Mlati, dan Ngaglik.
"Semua kecamatan itu belum memenuhi standari AJB dan menjadi daerah endemis," kata perempuan yang akrab disapa Linda itu, Senin (8/2/2016).
Akibatnya, saat musim penghujan ditambah dengan kondisi lingkungan yang mendukung penyebaran nyamuk aides aegypti, angka penderita DBD sejak awal tahun terus meningkat.
Dinkes, katanya, berkali-kali melakukan upaya pencegahan termasuk sosialisasi terhadap penyebaran penyakit tersebut kepada masyarakat.
"Untuk menekan angka persebaran jentik, kami juga menggalakan Gerakan Jumat Bersih sampai April mendatang," ujarnya.
Dijelaskan Linda, untuk meningkatkan standar ABJ di masing-masing kecamatan Dinkes tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kepedulian seluruh masyarakat mulai dari lingkup keluarga, lingkungan warga (RT/RW) dan desa. Terutama, katanya, terkait pemberantasan sarang nyamuk minimal sepekan sekali.
"Sebab perkembangan larva menjadi nyamuk dewasa hanya butuh waktu lima sampai tujuh hari. Makanya, semua pihak harus mawas diri," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.