PASAR TRADISIONAL JOGJA : Rp50 Juta Dipersiapkan untuk Atasi Banjir di Pasty

11 Februari 2016 08:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Pasar tradisional Jogja, pedagang di Pasty menyampaikan keluhan.

Harianjogja.com, JOGJA-Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasty) menjadi langganan banjir setiap musim penghujan tiba. Kepala Unit Pelaksana Teknis Pasar Pasty, Bakoh Tupon Langkir Hadi membenarkan dua los dibagian pedagang satwa menjadi langganan banjir tiap hujan tiba.

Menurutnya Ada dua los yang masing-masing los terisi 10 kios yang menjadi langganan banjir itu dikarenakan kedua los berikut bangunannya itu lebih rendah dibanding los lainnya.

“Ketika hujan air masuk semua menggenai dua los itu,” katanya, Rabu (10/2/2016).

Bakoh mengaku sudah sudah menyampaikan kondisi tersebut. Ia memastika kedua los itu akan renovasi, tahun ini. Anggaran yang disediakan melalui Dinas Pengelolaan Pasar Kota Jogja sebesar Rp50 juta untuk meninggikan lantai kios.

Selain banjir, atap di gedung bundar Pasty juga terlihat bocor. Kondisi itu juga menjadi perhatian UPT untuk diperbaiki. Namun demikian, Bakoh mengklaim secara umum kondisi Pasty masih ramai dikunjungi. Para pengunjung tidak hanya para penghobi satwa dan tanaman, namun koleksi satwa dan tanaman menjadi daya tarik wisatwan dan pelajar yang hanya datang untuk melihat.

Pasar Pasty merupakan pasar yang dikenal menjual burung, namun kini berbagai macam satwa juga dijual di pasar tersebut. Pasar itu merupakan pindahan dari Pasar Ngasem. Hampir semua pedagang adalah penjual satwa yang sudah belasan hingga puluhan tahun berjualan di Pasar Ngasem sebelum akhirnya direlokasi Pemerintah Kota Jogja pada 2010 silam. Ada dua bangunan pasar Pasty yakni di timur Jalan Bantul dan di barat jalan. Timur jalan khusus menjual satwa dan ikan hias, sementara di barat jalan khusus menjual tanaman. Pasar itu dibangun diatas lahan lebh kurang 3.600 meter.