TRANSPLANTASI HATI RSUP SARDJITO : 2 Balita Antre untuk Transplantasi Hati di RSUP Dr Sardjito

Adelia Dwi Cahyo (10 bulan) bersama orang tuanya Cahyo Kustaman, 33 dan Dwi Purwanti, 33 saat berada di Gedung Amarta RSUP Sardjito, Kamis (11/2/2016). (Joko Nugroho/JIBI - Harian Jogja)
11 Februari 2016 20:21 WIB Jogja Share :

TRANSPLANTASI HATI RSUP SARDJITO berhasil dilakukan untuk pertama kalinya

Harianjogja.com, JOGJA- Operasi transplantasi hati telah berhasil dilakukan untuk pertama kalinya di RSUP dr. Sardjito Jogja. Saat ini dua pasien balita masih antre untuk tindakan serupa.

(Baca juga : http://www.harianjogja.com/baca/2016/02/11/transplantasi-hati-rsup-sardjito-3-bulan-di-rs-sardjito-pasien-cangkok-hati-pertama-di-indonesia-sudah-bisa-pulang-690291" target="_blank">TRANSPLANTASI HATI RSUP SARDJITO : 3 Bulan di RS Sardjito, Pasien Cangkok Hati Pertama di Indonesia Sudah Bisa Pulang)
Anggota Tim gastrohepatologi RSUP Dr Sardjito, Wahyu Damayanti menambahkan setelah Adelia sudah ada beberapa pasien dengan atresia bilier yang siap menjalani transplantasi hati. Dua anak itu adalah Lukman (20 bulan) dan Cantika (1 tahun).

“Keduanya juga akan mendapat donor hati dari ibu masing-masing. Namun untuk masalah pembiayaan dan tepatnya waktu operasi masih belum tau. Namun pasien sudah meminta,” kata Wahyu, Kamis (11/2/2016).

Ketua Tim Cangkok Hati Adelia, Profesor Mochammad Juffrie menuturkan selama ini banyak yang menderita gagal hati di usia balita. Sebelum Adelia, kebanyakan dari mereka akhirnya meninggal dunia karena tubuhnya keracunan, sebab hati sebagai penetralisir racun tidak berfungsi.

“Adelia memang menjadi pasien pertama kami. Kami juga berharap ke depan jika ada kasus yang menyerupai bisa langsung kami berikan tindakan untuk operasi. Agar makin banyak nyawa yang akhirnya tertolong,” kata Juffrie.

Juffrie mengatakan meskipun sudah bisa pulang namun Adelia masih harus mengkonsumsi obat secara rutin. Obat ini untuk mendukung hatinya bisa bekerja lebih maksimal.