PAMERAN SLEMAN : Perkuat Perempuan di Bidang Ekonomi

Nova Elisa berpose di depan foto dirinya yang menunjukkan emosi yang mewakili perempuan yang menjadi korban kekerasan yang dipamerkan di Plaza Ambarrukmo, Selasa (16/2/2016).(Kusnul Isti Qomah/JIBI - Harian Jogja)
17 Februari 2016 12:20 WIB Kusnul Isti Qomah Sleman Share :

Pameran Sleman ini mengenai perempuan dan ekonomi.

Harianjogja.com, SLEMAN--Perempuan yang menjadi korban kekerasan karena alasan ekonomi perlu diperkuat dan diberdayakan di bidang ekonomi.

Ketua Forum Perlindungan Korban Kekerasan DIY Y Sari Murti W mengatakan, penguatan yang diberikan bisa diberikan dalam berbagai bentuk. Mereka bisa dibekali ketrampilan dalam bidang tata boga, kerajinan, atau menjahit tergantung dari kebutuhan. Para korban tersebut nantinya akan memiliki bekal untuk mandiri secara ekonomi. Hal itu ia sampaikan dalam jumpa pers terkait kampanye Suara Hati gelar Photo Art Exhibition di Plaza Ambarrukmo, Sleman, Selasa (16/2/2016).

Ia mengatakan, zaman sekarang semakin banyak perempuan yang bekerja dan menjadi pimpinan perusahaan. Hal itu menunjukkan, perempuan memiliki peran dalam perputaran roda ekonomi. Namun, perempuan tersebut tidak terlepas dari potensi kekerasan sehingga mereka harus bertahan secara profesi dan pribadi.

"Perempuan harus berani memberdayakan diri melalui kegiatan yang positif. Tidak hanya secara sempit di bidang ekonomi saja tentunya. Tapi, banyak kegiatan positif lainnya," ujar dia di Plaza Ambarrukmo, Sleman, Selasa (16/2/2016).

Pemrakarsa Suara Hati Nova Eliza mengatakan, pameran itu dikemas dengan memajang puluhan foto publik figur dari berbagai profesi dengan bermacam ekspresi. Ekspresi yang ditunjukkan antara lain marah, sedih, menangis.

"Mereka menyampaikan pesan dengan ekspresi emosional dan pesan sosial dukungan terhadap perempuan yang menjadi korban kekerasan," ujar dia.

Nova menggandeng sekitar 60 publik figur perempuan Indonesia. Mereka antara lain Rima Melati, Susan Bachtiar, Sandra Dewi, Olla Ramlan, Dira Suganti, Lenny Agustin, dan publik figur lainnya. Pada pameran yang digelar 15-23 Februari 2016 di Plaza Ambarrukmo ini ditampilkan 50 foto.

Pameran yang dikemas dengan slogan Oleh Perempuan Untuk Perempuan ini tak hanya memajang foto tetapi juga menjualnya dengan harga Rp1,5 juta per foto. Hasil penjualan itu akan disumbangkan kepada korban kekerasan konflik di Aceh dengan memberikan modal usaha agar para perempuan tersebut dapat melanjutkan hidup mereka.