PEKAN BUDAYA TIONGHOA YOGYAKARTA : Sultan Ingin PBTY Diperpanjang Jadi 7 Hari

JIBI/Harian Jogja/Desi SuryantoSri Sultan hamengku Buwono X-Gubernur DI.Yogyakarta, Yogyakarta, Senin (27/07 - 2015).
19 Februari 2016 12:20 WIB Redaksi Solopos Jogja Share :

Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta selama ini digelar lima hari, Sultan berharap kegiatan diperpanjang jadi tujuh hari

Harianjogja.com, JOGJA- Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyarankan pelaksanaan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta yang selama ini hanya lima hari, diperpanjang menjadi tujuh hari.

"Mengingat banyak peminat kegiatan tahunan ini, akan lebih baik jika waktu pelaksanaan diperpanjang menjadi tujuh hari sehingga setiap peserta bisa tampil maksimal," kata Sri Sultan HB X saat membuka Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) XI, Kamis.

Menurut dia, alokasi waktu yang hanya diberikan selama lima hari dinilai masih kurang jika dibanding jumlah peserta yang berminat mengikuti acara tersebut dan panitia tidak bisa begitu saja membatasi jumlah peserta.

"Peserta sudah berdandan cukup lama, berjam-jam tetapi mereka hanya tampil tiga menit. Tentu tidak sebanding. Perlu waktu yang lebih lama untuk kegiatan ini," katanya, seperti dikutip dari Antara.

Selain menyarankan perpanjangan waktu pelaksanaan PBTY, Raja Keraton Jogja tersebut juga menantang panitia untuk mengembangkan kegiatan agar semakin besar dan tidak hanya diikuti warga DIY saja.

"Kegiatan ini harus bisa berkembang. Salah satunya dengan banyaknya peserta dari luar DIY seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah. Jangan hanya menjadi kegiatan lokal saja," katanya.

Menurut Sultan, banyaknya peserta dari luar daerah menandakan bahwa kegiatan yang sudah berlangsung selama lebih dari satu dekade tersebut memperoleh apresiasi yang baik dari masyarakat luar daerah.

"Mereka tentu menilai bahwa apresiasi yang diberikan Jogja terhadap budaya Tionghoa cukup besar," katanya.

Sultan juga berharap agar PBTY menjadi ikon Jogja, tidak hanya ikon artefak budaya tetapi menunjukkan bahwa kebudayaan itu ada dan nyata tumbuh di masyarakat sehingga potensi yang ada harus terus digali dan dijaga kelestariannya.

"PBTY harus bisa menjadi kekuatan budaya yang ditonjolkan dari Jogja," kata Sultan.