Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Ilustrasi hama wereng (Dok/JIBI)
Pertanian Bantul, hama wereng masih jadi musuh utama.
Harianjogja.com, BANTUL-Pencegahan perluasan hama wereng yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul dinilai kurang serius. Akibatnya serangan hama yang kian meluas itu pun mengakibatkan bertambahnya luasan lahan gagal panen di Bantul.
Sebagai bentuk protes, sejumlah petani dari Kelompok Tani Ngupoyo Boga Dusun Greges Desa Donotirto, Kecamatan Kretek menggelar aksi bakar padi. Aksi itu mereka lakukan lantaran kecewa dengan lambannya gerak pemerintah dalam melakukan pencegahan perluasan dampak hama wereng tersebut.
Ketua Poktan Ngupoyo Boga Hari Murjiyanto mengatakan, di wilayahnya ada sekitar 20 hektar lahan padi yang puso akibat serangan wereng cokelat. Hama itu diakuiya sudah menyerang sejak tanaman masih berumur tujuh hari.
Oleh karena itulah, hingga kini pihaknya memang nyaris tak dapat melakukan apapun untuk menekan dampak kerugian akibat serangan hama itu. Menurut Hari, salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah dengan semprotan rutin.
“Tapi ini kami sudah tak bisa melakukan apapun. Jadi lebih baik dibakar saja kan. Kami sudah frustasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Jadwal Bus KSPN Malioboro–Parangtritis Kamis (20/5/2026) menjadi solusi wisata hemat dengan tarif Rp12.000, memudahkan perjalanan dari pusat kota ke pantai.
Harga emas Pegadaian hari ini Kamis 21 Mei 2026 turun. Emas Antam jadi Rp2,862 juta, UBS Rp2,797 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Imigrasi Sulsel menemukan WNA asal Filipina dan Malaysia memakai KTP Indonesia untuk mengurus paspor RI di sejumlah daerah.
Prabowo Subianto menegaskan pemerintah siap memakai radar dan satelit untuk melacak aset ilegal serta memburu koruptor hingga bungker bawah tanah.