BULE MENGAJAR : Mengajar Berpakaian Kimono, Bule Jepang Beri Contoh Kebanggaan Budaya Lokal

21 Februari 2016 09:19 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Bule mengajar di Kulonprogo diikuti warga Jepang yang mengajar dengan pakaian kimono

Harianjogja.com, KULONPROGO- Sejumlah warga negara Jepang yang berpartisipasi dalam kegiatan Bule Mengajar dengan mengenakan pakaian tradisionalnya menarik perhatian pemkab Kulonprogo.

Sumarsana, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kulonprogo menyatakan bahwa hal tersebut mengajarkan kepada siswa-siswi mengenai kebanggaan akan tradisi dan budaya sendiri.

Ia mejelaskan bahwa aktivitas yang dilakukan oleh sejumlah warga asing tersebut sangat membantu anak-anak Kulonprogo untuk menambah wacana tentang dunia internasional. Selama ini, wawasan mengenai budaya dan dunia negara lain hanya didapat melalui buku pelajaran.

Dalam aktivitas tersebut, 9 warga negara Jepang ini datang menceritakan langsung budaya mereka merupakan salah satu jenis kegiatan yang menarik juga efisien bagi pembelajaran.

ÔÇťApalagi mereka datang dengan berpakaian tradisional mereka," ujarnya saat dihubungi Harianjogja.com, pada Sabtu (20/2/2016).

Ia menjelaskan bahwa hal ini secara tidak langsung memberikan gambaran pada siswa-siswi untuk bangga pada tradisi mereka meski ada di tempat yang asing. Sumarsana berharap hal ini bisa ditiru oleh anak-anak Kulonprogo untuk bangga mengenakan batik motif geblek renteng.

Ia juga menyatakan bahwa pemkab Kulonprogo terbuka pada semua kegiatan sejenis asal sekolah yang dituju menyetujui hal tersebut. Selama ini, sudah ada beberapa kegiatan sejenis yang melakukan kegiatan sosial berbasis pendidikan di sekolah-sekolah di Kulonprogo.

Sebelumnya, 9 mahasiswa Jepang datang ke SMP Negeri 3 Sentolo, Sentolo, Kulonprogo pada Jumat (19/2/2016). Mereka datang untuk berbagi mengenai kebudayaan dan bahasa negeri sakura tersebut. Tak hanya itu, mahasiswa Jepang yang kebetulan sedang berwisata ke Jogja ini juga mengajarkan siswa-siswi menulis nama mereka dengan aksara Jepang.

Meski tak bisa bicara dengan Bahasa Indonesia, sejumlah wisatawan yang didampingi oleh penerjemahnya ini tampak asyik berinteraksi dengan siswa selama 40 menit. Mengenakan kimono, wisatawan ini sangat menarik perhatian remaja-remaja tersebut.

Tomoko Kimura, salah satu wisatawan Jepang menyatakan bahwa mereka memang sengaja datang mengenakan kimono sebagai busana khas negaranya. Meski mengaku menyenangkan, ia menjelaskan bahwa perbedaan bahasa sedikit mengganggu interaksi mereka selama kegiatan.